Teks tersebut menjadi dapat diedit, dicari, dan mudah disalin ke tempat lain. Alih-alih meninggalkan informasi penting terperangkap di dalam gambar, saya bisa mengubahnya menjadi catatan dalam beberapa detik.

Meskipun awalnya saya menggunakannya untuk screenshot, alat OCR ini bekerja sama baiknya dengan foto kuitansi, catatan tulisan tangan, tanda, menu, dokumen, dan papan tulis.

in1

Teks yang dapat dicari lebih berguna daripada screenshot lain. Saya tidak pernah berniat menyimpan secara permanen banyak gambar yang saya unduh dari media sosial.

Tips produktivitas, rekomendasi buku, dan screenshot utas menumpuk di galeri saya.

>>> Bacaan Doa Hari Asyura 10 Muharram untuk Memohon Ampunan dan Keselamatan dari Allah SWT

Sekarang, saya mengonversi item-item ini menjadi catatan.

Dengan cara ini, saya mendapatkan daftar yang dapat dicari yang bisa saya kunjungi kembali kapan pun diperlukan, daripada folder penuh gambar acak.

Pendekatan ini juga membantu mengurangi kekacauan di rol kamera saya.

Item seperti screenshot tiket, instruksi pengiriman, konfirmasi pemesanan, dan detail kode QR tidak perlu lagi disimpan setelah saya mengekstrak informasi penting.

Saya bisa menyimpan teks yang relevan di Keep dan menghapus screenshot tanpa khawatir kehilangan sesuatu yang berguna.

Hal yang sama berlaku untuk label cetak, instruksi, dan kemasan produk yang sering berisi detail yang tidak ingin saya hilangkan.

Alih-alih mengandalkan foto di suatu tempat di galeri, saya mengubah informasi itu menjadi teks yang bisa saya cari nanti.

Google Keep bukan satu-satunya aplikasi yang bisa mengekstrak teks dari gambar.

Google Lens telah menawarkan fitur OCR selama bertahun-tahun, dan banyak aplikasi galeri bisa menyalin teks langsung dari screenshot dan foto.