Mentan Amran melaporkan capaian keberhasilan kebijakan di sektor pertanian selama pemerintahan Presiden Prabowo.

Kesejahteraan petani mencatat capaian tertinggi dalam 34 tahun terakhir, ditandai dengan Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai 127.

in1

"Izin, Bapak Presiden, NTP atau Nilai Tukar Petani sebagai indikator kesejahteraan petani mencapai 127, tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

>>> Usai Tangkap Maduro Januari, Trump Siap Bantu Venezuela Usai Gempa

Kemudian pertumbuhan ekonomi sektor pertanian mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun terakhir," ujar Amran.

Ekspor sektor pertanian meningkat hingga Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun. Total manfaat ekonomi yang dinikmati petani diperkirakan mencapai Rp200 triliun.

Mewakili petani Indonesia, Amran menyampaikan apresiasi atas kebijakan Presiden seperti penurunan harga pupuk sebesar 20 persen yang untuk pertama kalinya terjadi sejak Indonesia merdeka.

"Kami mengucapkan terima kasih mewakili petani Indonesia.

Harga pupuk yang selama ini sejak Indonesia merdeka selalu naik, pada masa kepemimpinan Bapak Presiden justru turun 20 persen.

Ini belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya.

Pemerintah juga melakukan deregulasi dan penyederhanaan distribusi pupuk sehingga akses petani terhadap sarana produksi menjadi lebih mudah dan cepat.

Program hilirisasi komoditas strategis seperti kakao, mete, dan tebu seluas 870 ribu hektare yang diproyeksikan menciptakan sedikitnya 3 juta lapangan kerja hingga tahun 2029 terus digenjot.

"Bibit gratis, pengolahan lahan gratis, penanaman gratis. Ini merupakan arahan langsung dari Bapak Presiden untuk meningkatkan kesejahteraan petani," kata Amran.

Di sektor perkebunan, Mentan melaporkan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang sempat turun kini kembali normal, bahkan berpotensi naik hingga 10 persen seiring peningkatan harga CPO dunia.

Untuk melindungi petani sawit, Kementerian Pertanian bersama Polri melakukan pengawasan terhadap 274 perusahaan sawit yang sebelumnya tidak menyesuaikan harga TBS.

"Kita harus menjaga kesejahteraan 15 juta petani sawit Indonesia. Karena itu, jika ada pihak yang tidak menaikkan harga TBS sesuai ketentuan, akan dilakukan pemeriksaan," ujar Amran.

Ketua KTNA Nasional, Mohammad Yadi Sofyan Noor menyampaikan apresiasi atas keberpihakan Presiden terhadap petani dan nelayan Indonesia.

>>> Bitcoin Ambles di Bawah US$60 Ribu, Investor Mulai Amankan Uang Tunai

Sebagai bentuk penghargaan, KTNA menganugerahkan Lencana Emas Adibakti Tani Nelayan Maha Utama kepada Presiden Prabowo Subianto atas kontribusi dan komitmennya memajukan sektor pertanian serta mendorong kesejahteraan petani dan nelayan Indonesia.