Letnan Kolonel Angkatan Udara (Purn) Dean Korsak mencontohkan ranjau darat sebagai senjata defensif dengan otonomi tingkat tertentu.

"Setelah dipasang, ranjau tidak bisa membedakan kawan dan lawan serta sulit dikendalikan atau ditarik kembali," kata Korsak, yang mendesak rantai komandonya untuk menyelidiki serangan udara AS yang mematikan di Suriah pada 2019.

in1

Ia menekankan pentingnya kualitas data, proses validasi yang kuat, dan pengawasan manusia yang tepat.

Sementara AS tidak menggunakan AI untuk menggantikan manusia, negara lain seperti China, Rusia, Korea Utara, dan Iran justru mengarah ke sana, kata Letnan Jenderal (Purn) Ross Coffman, mantan wakil komandan jenderal Komando Masa Depan Angkatan Darat AS.

"Contohnya adalah sistem senjata dengan sensor yang dilengkapi AI yang dapat mendeteksi gerakan dan senjata akan menembak secara otomatis.

>>> Lebih dari 10.000 Polisi NYPD Amankan Parade Kemenangan Knicks

Itulah yang sedang dikembangkan lawan-lawan kita," kata Coffman.