Korea Selatan Percepat Penerapan AI Militer Hadapi Krisis Populasi
Penurunan angka kelahiran di Korea Selatan menyebabkan penyusutan jumlah pemuda usia produktif. Kondisi ini menimbulkan tantangan besar bagi sektor pertahanan dan ekonomi Negeri Ginseng tersebut.
Pemerintah Korea Selatan pun mempercepat transformasi pertahanan berbasis kecerdasan buatan (AI). Investasi sebesar 40 miliar won atau sekitar Rp 474 miliar disiapkan untuk memacu integrasi teknologi tersebut.
>>> BEM UI Minta Maaf Atas Kemacetan Akibat Demo di Bundaran HI
Langkah strategis ini diwujudkan melalui Proyek Dukungan Komersialisasi Cepat Aplikasi Kecerdasan Buatan.
Program ini mengadaptasi inovasi AI dari sektor sipil yang telah matang untuk langsung diterapkan pada sistem militer.
Kebijakan tersebut merupakan pilar utama Korea Selatan dalam mewujudkan konsep Smart Army.
Konsep militer modern ini mengutamakan otomatisasi, sistem tanpa awak, dan AI untuk mengurangi ketergantungan pada prajurit manusia.
Otoritas terkait membagi proyek ini ke dalam 20 kategori penelitian yang tersebar di empat bidang utama pertahanan.
Pada lini dukungan tempur, AI akan difungsikan untuk mengawasi kawasan perbatasan negara.
AI juga memperkuat sistem pengintaian lewat drone serta platform pengambilan keputusan yang mampu mengolah data secara kilat.
Militer Korea Selatan memproyeksikan sistem berbasis AI ini mampu mengambil alih atau membantu hingga 75% tugas penjagaan di garis depan pada masa mendatang.
Teknologi ini turut diintegrasikan untuk memperkuat struktur internal militer.
Penerapannya meliputi klasifikasi cepat bagi prajurit terluka, pengelolaan logistik pintar, patroli otomatis di barak, hingga deteksi dini kerusakan alutsista.
Efisiensi operasional juga menjadi target utama pemanfaatan AI.
Sistem cerdas ini akan mengoptimalkan pengelolaan anggaran pertahanan, rantai pasok industri militer, hingga penghematan energi di fasilitas militer.
Update Terbaru
KABAR DUKA! Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Usai 3 Tahun Koma, Thailand Siapkan Berkabung Nasional
Jumat / 12-06-2026, 11:13 WIB
Regulator China Panggil Produsen Mobil Terkait Perang Harga
Jumat / 12-06-2026, 11:12 WIB
PLTU Jeranjang Pangkas Konsumsi Batu Bara Lewat Cofiring Sampah Organik
Jumat / 12-06-2026, 11:11 WIB
BI dan PBOC Sepakat Jajaki Peningkatan Nilai Kerja Sama Swap
Jumat / 12-06-2026, 11:11 WIB
Piala Dunia 2026 Gelar Tiga Upacara Pembukaan Megah Bertema One Heartbeat
Jumat / 12-06-2026, 11:09 WIB
Neymar Dapat Warisan Rp18 Triliun dari Fans Misterius
Jumat / 12-06-2026, 11:09 WIB
Peran Vital Wiring pada Sistem Kelistrikan Motor Listrik
Jumat / 12-06-2026, 11:09 WIB
Geek Fam Tantang Onic Esports di Final Upper Bracket MPL ID S17
Jumat / 12-06-2026, 11:08 WIB
Polri dan TNI Kerahkan 4.151 Personel Amankan Aksi Mahasiswa Jakarta
Jumat / 12-06-2026, 11:08 WIB
The Trans Resort Bali Hadirkan Chef Michelin Giorgio Bartolucci untuk Kuliner Eksklusif
Jumat / 12-06-2026, 11:08 WIB
FIFA Resmi Gunakan Nama Czechia untuk Timnas Ceko di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 11:08 WIB
Geek Fam Tantang Onic Esports di Final Upper Bracket MPL ID S17
Jumat / 12-06-2026, 11:07 WIB
Stereowall Rilis Single Antara, Perkenalkan Warna Alternative Rock Baru
Jumat / 12-06-2026, 11:06 WIB






