>>> Gelombang Panas Prancis Tembus 40 Derajat, 40 Orang Tewas

Ia menyebut perluasan jaringan 5G sebagai salah satu jalur untuk menutup kesenjangan tersebut.

in1

Pernyataan Meutya disampaikan dalam acara Digital Ecosystem Alignment (DEAL), forum kolaborasi lintas sektor yang menandatangani delapan komitmen bersama.

Kedelapan agenda itu mencakup penguatan industri telekomunikasi, perlindungan konsumen, inovasi digital dan technopreneur, program sehat digital, ekosistem startup, ekosistem AI nasional, inklusivitas teknologi baru, serta efisiensi logistik nasional.

Forum ini menjadi wadah gotong royong antara pemerintah, industri, akademisi, investor, startup, UMKM, komunitas, dan pemerintah daerah dalam satu ruang kolaborasi yang menghasilkan aksi nyata.

Beberapa contoh yang sudah berjalan antara lain pemanfaatan IoT untuk kelompok tani dan pembudidaya ikan di Sleman, Banjarnegara, dan Lamongan, pelatihan AI praktis bagi 100-150 pelaku UMKM di Wonogiri dan Banyuwangi, pengembangan fitur DARA untuk mitigasi risiko adiksi gim pada anak, serta pembangunan Dashboard Ecosystem sebagai single source of truth data nasional.

Selain itu, Meutya juga menyebut rencana intervensi digital berbasis AI dalam bantuan sosial.

Program ini ditargetkan menjangkau 18 juta keluarga atau sekitar 50 juta warga Indonesia.

"Pak Presiden juga berencana, dan kita sudah lakukan test case, di Banyuwangi untuk melakukan intervensi digital, termasuk AI, dalam bansos kita.

Dan bapak-Ibu doakan ini bisa berjalan dengan baik, ketika ini berjalan, this will be the first, or this will be the biggest, financial digital inclusion," tuturnya.

>>> Babak I: Satu Gol Dianulir, RD Kongo Bikin Kolombia Frustrasi

"Karena angkanya masif, penerimanya itu kurang lebih 18 juta keluarga, atau 50 juta manusia Indonesia," imbuhnya.