Secara rata-rata, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 300 ribu orang per tahun, dengan laju penurunan di pedesaan lebih tinggi dibandingkan perkotaan.

Persentase kemiskinan di pedesaan tercatat sebesar 11,79 persen pada Maret 2024, lebih rendah 2,38 persen dibandingkan Maret 2014 sebesar 14,17 persen.

in1

Sementara persentase kemiskinan di perkotaan pada Maret 2024 sebesar 7,09 persen, lebih rendah 1,25 persen dibandingkan 10 tahun sebelumnya yang sebesar 8,34 persen.

Penentuan status miskin penduduk ditentukan oleh garis kemiskinan, yakni ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan.

Garis kemiskinan pada Maret 2024 sebesar Rp582.932 per kapita per bulan atau naik 5,90 persen dibandingkan Maret 2023, dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp433.906 (74,44 persen) dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp149.026 (25,56 persen).

Sementara garis kemiskinan perkotaan sebesar Rp601.871 atau lebih tinggi daripada pedesaan sebesar Rp556.874.

>>> Prabowo Sebut Sistem Ekonomi Indonesia Keliru, Hanya Segelintir yang Nikmati Pertumbuhan

Pada Maret 2024, rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,78 orang anggota rumah tangga.