Peneliti dari University of Padova, Italia, menemukan perempuan lanjut usia yang menjanda mengalami stres dan kerapuhan fisik lebih rendah.

Alasannya, perempuan sering memikul beban domestik lebih besar dalam rumah tangga.

in1

Setelah hidup sendiri, mereka memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk diri sendiri, serta keleluasaan dalam mengambil keputusan.

Perempuan juga umumnya memiliki jaringan pertemanan dan dukungan sosial yang luas. Hal ini membantu mereka beradaptasi tanpa pasangan.

Poppy, yang merupakan ibu tunggal, menambahkan perceraian membawa kebanggaan bagi perempuan yang keluar dari relasi tidak sehat.

"Yang kami banggakan adalah bagaimana kami akhirnya mampu keluar dari relasi yang buruk," tuturnya.

Rasa bahagia setelah memperoleh kemerdekaan ini kadang dirayakan, misalnya dengan mengunggah berkas putusan cerai di media sosial. Fenomena ini menunjukkan perceraian tidak selalu lekat dengan kesedihan.

>>> Unair Pertahankan Peringkat ke-276 Dunia Versi QS WUR 2027

Poppy pun menyebut perceraian bukan prestasi, tetapi perpisahan yang patut dirayakan. "Tidak semua perkawinan patut dipertahankan, dan tidak semua perceraian tidak patut dirayakan," imbuhnya.