“Menaikkan batas produksi di golongan tarif rendah akan membuat pabrikan besar bisa membanjiri pasar dengan rokok murah tanpa perlu naik kelas ke tarif cukai yang lebih tinggi.

Ini akan memperparah fenomena downtrading dan memicu lonjakan konsumsi,” tegasnya.

in1

Menurut Roosita, pihak yang paling diuntungkan adalah korporasi besar yang berada di sekitar ambang batas produksi agar terhindar dari golongan tarif lebih tinggi.

“Pihak yang paling diuntungkan adalah korporasi rokok besar yang mendapat ‘insentif’ untuk tidak naik ke Golongan 1,” ujar Roosita.

Roosita mendorong pemerintah memprioritaskan reformasi kebijakan cukai melalui penyederhanaan struktur tarif dan penguatan penegakan hukum terhadap rokok ilegal, alih-alih memberi ruang lebih besar bagi produksi rokok murah.

>>> Andy Burnham Siap Gantikan Starmer sebagai PM dalam Hitungan Minggu

“Prioritas utama pemerintah haruslah menyederhanakan struktur tarif cukai dan mempersempit celah harga antargolongan, bukan malah memperlonggar batas produksinya,” pungkasnya.