Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Science mengungkap temuan mengejutkan: mantel Bumi mungkin menyimpan air sebanyak seluruh lautan di permukaan.

Air tersebut diperkirakan terperangkap di dalam mineral bridgmanit, mineral dominan di mantel bawah Bumi, pada kedalaman sekitar 660 kilometer.

in1

>>> Ilmuwan Ungkap Alasan Hiu Tidak Suka Memangsa Manusia

Menciptakan Kembali Kondisi di Kedalaman 660 km

Tim peneliti dari Guangzhou Institute of Geochemistry, Chinese Academy of Sciences, menghadapi dua tantangan teknis.

Pertama, mereka harus mensimulasikan tekanan dan suhu ekstrem di kedalaman tersebut di laboratorium. Kedua, mendeteksi jejak air dalam kristal mineral yang lebih tipis dari sehelai sutra.

Mereka mengembangkan alat landasan berlian yang dipanaskan dengan laser, mampu mencapai suhu eksperimental sekitar 4.373 Kelvin.

Untuk mengukur kandungan air, tim menggunakan difraksi elektron tiga dimensi kriogenik dan spektrometri massa ion sekunder skala nano.

Panas Lebih Berpengaruh daripada Tekanan

Temuan utama studi ini mengubah cara pandang ilmuwan tentang penyimpanan air di dalam Bumi.

Peneliti menemukan bahwa jumlah air yang dapat diserap bridgmanit meningkat seiring kenaikan suhu, bukan terutama karena tekanan atau ketersediaan air.

Bagian terdalam dan terpanas dari magma yang mengkristal adalah tempat bridgmanit terbentuk pertama kali dan dalam volume terbesar.

Jika penyerapan air sebanding dengan suhu, maka peristiwa kristalisasi besar ini akan menjebak sebagian besar air planet.

Reservoir Tersembunyi

Berdasarkan hasil eksperimen, tim memodelkan distribusi air saat magma Bumi mengkristal dari bawah ke atas.

>>> Jetour T2 Hadir di Indonesia dengan Mesin NA dan Fitur Modern

Model menunjukkan bridgmanit di dasar mantel bawah dapat menampung air setara seluruh lautan permukaan saat ini.