Anggapan bahwa hiu secara aktif memburu dan memangsa manusia ternyata hanya mitos. Berbagai film sering menggambarkan hiu sebagai predator laut yang haus darah, namun kenyataannya berbeda.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi sekitar 540 spesies hiu di seluruh dunia. Mayoritas spesies tersebut berukuran kecil dan tidak berbahaya bagi manusia.

in1

>>> Jetour T2 Hadir di Indonesia dengan Mesin NA dan Fitur Modern

Bahkan hiu besar yang dianggap menakutkan sangat pemilih dalam urusan makanan. Mereka lebih menyukai mangsa kaya lemak seperti anjing laut dan paus.

Manusia memiliki kandungan lemak dan otot yang jauh lebih sedikit. Bagi hiu, tubuh manusia adalah hidangan yang kurang bergizi dan tidak lezat.

Menurut laman SharkSpeak, hiu sama sekali tidak suka memakan manusia karena bukan menu alami mereka. Ketika serangan terjadi, hiu hampir tidak pernah menghabiskan tubuh korban.

Hiu biasanya langsung pergi setelah menggigit satu atau dua kali. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari otot dan tulang tanpa lemak tinggi untuk memenuhi kebutuhan energi hiu.

Hiu besar seperti hiu putih lebih memilih berburu hewan laut gemuk seperti singa laut.

Satu-satunya momen hiu memakan manusia adalah saat bencana besar di laut, seperti kapal perang tenggelam.

Kondisi itu terjadi karena korban telah terombang-ambing berminggu-minggu dan sering sudah meninggal akibat tenggelam atau kedinginan. Dalam kondisi normal, hiu tidak sengaja berenang ke pantai untuk mencari manusia.

Faktor Investigasi Alami

Para peneliti mengungkapkan gigitan hiu bukan karena salah mengira manusia sebagai makanan. Hiu adalah pemangsa visual dengan penglihatan cukup baik.

>>> Veda Ega Pratama Maksimalkan Kelebihan Motor Honda di Moto3 2026