>>> MSCI Diproyeksikan Pertahankan Status Pasar Saham Indonesia di Emerging Market

Salah satu dampak paling umum adalah peningkatan tekanan darah atau hipertensi. Kondisi ini sering berkembang perlahan tanpa gejala yang jelas, sehingga kerap disebut sebagai 'silent killer'.

in1

Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal.

Selain itu, kelebihan natrium juga dapat menyebabkan hipernatremia, yaitu kondisi ketika kadar natrium dalam darah terlalu tinggi.

Kondisi ini dapat memicu rasa haus berlebihan, sakit kepala, kebingungan, hingga gangguan fungsi saraf pada kasus yang lebih berat.

Karena itu, kandungan garam tersembunyi dalam berbagai produk pangan, termasuk kecap manis, perlu mendapat perhatian lebih dari masyarakat.

Langkah Mengurangi Konsumsi Natrium

WHO merekomendasikan beberapa langkah sederhana untuk membantu mengurangi konsumsi natrium harian.

Pertama, perbanyak konsumsi makanan segar dan minim proses. Makanan olahan umumnya mengandung natrium lebih tinggi dibandingkan bahan pangan segar.

Kedua, batasi penggunaan saus, bumbu instan, dan produk penyedap komersial yang sering menjadi sumber natrium tersembunyi.

Ketiga, biasakan membaca label gizi sebelum membeli produk makanan. Informasi kandungan natrium pada kemasan dapat membantu konsumen mengontrol asupan harian.

Selain itu, penggunaan rempah-rempah dan bumbu alami sebagai penambah rasa juga bisa menjadi alternatif yang lebih sehat dibandingkan menambahkan garam atau saus secara berlebihan.

Jadi, bagi Anda yang tidak bisa makan soto, penyetan, atau nasi dengan kecap manis, mungkin sudah saatnya mulai memperhatikan jumlah yang digunakan.

>>> Cara Memilih Sekolah SPMB Jakarta 2026 Jalur Afirmasi

Bukan hanya soal gula, kandungan natrium dalam kecap manis juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko hipertensi dan berbagai penyakit kronis lainnya jika dikonsumsi berlebihan.