Wudhu bisa menjadi tidak sah jika ada zat yang menghalangi air masuk ke kulit, seperti cat, lem, atau kutek.

Hambatan ini harus dibersihkan terlebih dahulu.

in1

5. Terburu-buru saat berwudhu.

Nabi Muhammad SAW selalu menyempurnakan setiap usapan dan melarang tergesa-gesa. Banyak orang menyelesaikan wudhu dalam hitungan detik tanpa memeriksa kebasahan seluruh anggota badan.

6. Tidak tertib sesuai urutan.

Melakukan gerakan secara berurutan merupakan bagian dari rukun wudhu.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Utsman RA mencontohkan urutan wudhu: mencuci telapak tangan, berkumur, memasukkan air ke hidung, membasuh wajah, tangan kanan dan kiri hingga siku, mengusap kepala, lalu mencuci kaki kanan dan kiri hingga mata kaki.

Keutamaan Menyempurnakan Wudhu

Menjaga kesempurnaan wudhu mendatangkan banyak kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda: "Sempurnakanlah wudhu, selingilah sela-sela jarimu, dan masukkan air ke dalam hidungmu dengan sungguh-sungguh kecuali jika engkau dalam keadaan berpuasa."

Bekas basuhan wudhu akan menjadi tanda pengenal yang bersinar bagi umat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat.

"Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan wajah, tangan dan kakinya nampak bercahaya karena adanya bekas wudhu.

>>> Sinopsis Kabhie Khushi Khabie Gham Mega Bollywood Paling Yahud Hari ini 22 Juni 2026 di ANTV

Barangsiapa di antara kalian dapat memperpanjang cahaya tersebut, hendaklah ia melakukannya." (HR Bukhari dan Muslim)