>>> 5.000 Orang Ramaikan Jalan Sehat Sarungan di Kota Tangerang

Aturan ini dipicu oleh insiden di Liga Champions Eropa awal tahun ini, saat pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terbukti melakukan tindakan homofobik/rasis kepada Vinicius Junior dan menyembunyikan kalimatnya dengan menutupi mulut menggunakan jersey.

in1

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mendorong penerapan aturan baru ini. "Jika Anda tidak memiliki sesuatu yang disembunyikan, Anda tidak akan menyembunyikan mulut Anda saat mengatakan sesuatu.

Sesederhana itu," ujarnya.

Usai laga, pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro, mengaku tidak bisa berbuat banyak meski khawatir sepak bola kehilangan esensinya jika aturan terlalu kaku.

Ia mengungkapkan bahwa Almiron sangat terpukul dan langsung meminta maaf kepada rekan setimnya.

Pengusiran ini menjadi kartu merah ketiga sepanjang karier internasional Almiron. Sebelumnya, di laga pembuka melawan Amerika Serikat, ia mendapat kartu kuning akibat diving yang terungkap lewat VAR.

Netizen dan fans Paraguay di media sosial mengamuk dan melabeli aksi Almiron sebagai 'kebodohan', karena semua tim sudah diberi peringatan keras sebelum turnamen.

>>> Menbud Fadli Zon Kunjungi Rumah Kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi

Akibat sanksi kartu merah langsung, Almiron dipastikan absen dalam laga penentuan fase grup melawan Australia. FIFA memiliki kewenangan untuk memperpanjang masa skorsing hingga babak gugur jika diperlukan.