Terdapat beberapa skenario yang mungkin terjadi dari hasil pengumuman tersebut. Dalam skenario positif, Indonesia dipertahankan sebagai Emerging Market tanpa catatan tambahan.

Kondisi ini diprediksi menjadi katalis pemulihan pasar saham domestik.

in1

Skenario berikutnya adalah penundaan keputusan atau pemberian syarat tambahan oleh MSCI.

Jika ini terjadi, proses pemulihan pasar saham domestik diperkirakan tetap bergulir namun berjalan dengan ritme yang lebih lambat.

Adapun skenario negatif berupa degradasi menjadi Frontier Market bukan merupakan proyeksi utama yang diantisipasi pasar saat ini.

Namun jika terjadi, hal itu berisiko memicu tekanan jual dari dana indeks global.

Posisi IHSG dinilai masih berada dalam fase normalisasi setelah menyentuh titik terendah pada 8 Juni 2026 di level 5.324,14.

Pada perdagangan 19 Juni, IHSG dibuka pada level 6.161,46 dan berupaya melanjutkan tren pemulihan.

>>> Piala Dunia 2026: Kisah Deniz Undav, dari Operator Mesin Laser Jadi Supersub Jerman

Fokus utama pelaku pasar dalam beberapa hari ke depan tertuju sepenuhnya pada keputusan final MSCI. Langkah tersebut diyakini menjadi kompas utama bagi arah pergerakan pasar saham Indonesia selanjutnya.