>>> Generasi Muda Dorong Kebijakan Polusi Udara Lebih Efektif

Menurut Hariyanto, akses pendidikan bagi masyarakat Suku Talang Mamak masih belum optimal.

in1

Sekolah satu atap tingkat SD dan SMP yang disediakan pemerintah belum berjalan maksimal karena hanya memiliki dua guru pengampu.

Selain itu, minimnya akses jalan dan kondisi geografis yang sulit dijangkau kerap menghambat proses belajar mengajar. Akibatnya, kegiatan pembelajaran tidak pernah berlangsung secara maksimal.

"Data kami menunjukkan ada sekitar 30 siswa SD kelas jauh dan sekitar 50 siswa SMP.

Itu pun banyak yang akhirnya keluar karena proses belajar mengajar tidak efektif," jelas Hariyanto.

Padahal, minat anak-anak Talang Mamak untuk bersekolah tergolong tinggi dibandingkan kelompok masyarakat adat lain di Jambi, seperti Suku Anak Dalam (SAD), yang masih mempertahankan tradisi berpindah tempat sementara atau melangun.

Pelaksana Harian (Plh) SRMA 5 Kota Jambi, Muhamad Eko Desryanto, mengatakan bahwa mulai tahun ajaran 2026 Sekolah Rakyat Kota Jambi membuka jenjang pendidikan SD dan SMP.

Sementara itu, program tingkat SMA telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan.

Dari hasil penjaringan yang dilakukan sejauh ini, tercatat 28 calon siswa mendaftar di tingkat SD, 142 calon siswa di tingkat SMP, dan 43 calon siswa di tingkat SMA.

"Tahun lalu kami sudah memiliki 98 siswa SMA.

>>> Kisah Klabu: Berawal dari Obrolan Dua Ibu, Kini Hidupkan Literasi di Taman Kota Jagakarsa

Tahun ini baru dibuka tingkat SD dan SMP, dan peminat tingkat SMP cukup banyak, lebih dari seratus orang," kata Eko.