Maserati tengah mempertimbangkan untuk menghadirkan transmisi manual pada supercar flagship edisi terbatas di masa depan.

Langkah ini dinilai sebagai ide terbaik yang dimiliki merek Italia tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

in1

>>> DeFlock: Alat Gratis untuk Menghindari Kamera Pembaca Plat Nomor

Kepala Teknik Maserati, Davide Danesin, menyebut transmisi manual sebagai sebuah peluang. Hal ini diungkapkan dalam laporan Autocar yang dikutip Carscoops.

Cristiano Fiorio, kepala divisi Bottegafuoriserie, mengklaim setengah dari pelanggan divisi khusus tersebut secara spesifik mencari mesin bensin dan transmisi manual.

Saat ini, Maserati – seperti kebanyakan produsen mobil mewah di luar Porsche – tidak menawarkan kombinasi tersebut.

Fiorio berharap dapat segera memperkenalkan program baru untuk Bottega. Ia menegaskan bahwa transmisi manual harus menjadi bagian dari penawaran produk Bottega.

Mesin Nettuno V6 Jadi Andalan

Jika terealisasi, supercar tersebut kemungkinan besar akan menggunakan mesin Nettuno V6 buatan Maserati. Mesin twin-turbo ini mampu menghasilkan hingga 621 hp (630 PS) tanpa bantuan listrik.

Mesin Nettuno saat ini sudah digunakan pada MC20, GranTurismo, dan Grecale.

Para eksekutif Maserati sangat menyukai mesin ini dan berencana mengembangkannya lebih lanjut dengan versi hybrid ringan dan full hybrid dalam beberapa tahun ke depan.

>>> Suzuki Jimny Disulap Jadi Chevy K5 Blazer Mini, Harga Mulai Rp 340 Juta

Supercar bertransmisi manual tersebut akan menjadi model pertama Maserati dengan kopling sejak Bora pada 1970-an.

Meskipun tidak akan mengubah nasib perusahaan secara drastis, setidaknya langkah ini akan membuat orang kembali membicarakan Maserati.

Penjualan Maserati saat ini lemah, meskipun mobil-mobilnya umumnya mendapat ulasan positif. Bahkan kehadiran MC20 belum cukup membantu citra merek.

CEO Maserati, Antonio Filosa, menegaskan bahwa Maserati tidak dijual.

Namun, perusahaan induk Stellantis saat ini sedang berdiskusi dengan dua mitra potensial untuk kerja sama teknologi, salah satunya diduga adalah BYD dari China.

Kepala Maserati, Santo Ficili, mengatakan bahwa mereka mencari keunggulan di pasar dalam hal arsitektur elektronik dan pasokan komponen tertentu.

>>> Studi: Pemilik Hummer EV dan Charger Daytona Paling Sering Ngebut, Mabuk, dan Kecelakaan

Ficili juga mengesampingkan JLR sebagai salah satu mitra, meskipun perusahaan Inggris itu baru saja bekerja sama dengan Stellantis untuk membangun model bermerek Defender di AS.