>>> Kapan Drakor Reborn Rookie Episode 9-10 Tayang? Inilah Jadwal, Spoiler dan Link di KST bukan LK21: Casey Kang Bongkar Identitas Asli

Para pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada dampak lanjutan konflik terhadap inflasi, pasokan energi, dan pertumbuhan ekonomi dunia.

in1

Langkah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang tetap membuka opsi untuk mempertahankan suku bunga acuan turut menahan laju aset berisiko.

Kebijakan moneter tersebut secara langsung memengaruhi minat investasi pada pasar saham negara berkembang.

Dari dalam negeri, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mengerek suku bunga acuan ke level 5,75% ikut menahan ruang gerak IHSG.

Bank sentral diproyeksikan masih akan melanjutkan pengetatan moneter demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Tren suku bunga tinggi berpotensi membuat pemilik modal bersikap lebih konservatif.

Dinamika ekonomi ini dapat memicu perpindahan dana investasi dari pasar ekuitas menuju instrumen pendapatan tetap yang dinilai lebih aman.

Proyeksi IHSG dan Sektor Pilihan Juni 2026

IHSG diproyeksikan masih akan tertahan dalam fase konsolidasi jangka pendek hingga akhir Juni 2026.

Hans Kwee memprediksi pergerakan indeks saham akan berada pada rentang level 6.200 sampai 6.500.

Pasar memerlukan waktu untuk mengantisipasi dan mencerna berbagai sentimen makro yang berkembang setelah mengalami lonjakan tajam.

Potensi penguatan indeks dinilai tetap terbuka, meski pergerakannya diperkirakan tidak akan terlalu agresif.

Dalam dinamika pasar saat ini, investor disarankan untuk mencermati saham di sektor perbankan.

Beberapa emiten yang direkomendasikan antara lain BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI karena memiliki struktur pendanaan yang kokoh saat suku bunga naik.

Sektor pertambangan emas juga dinilai prospektif karena komoditas logam mulia berfungsi sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

>>> YA ALLAH! Asmara Gen Z Gagal Naik Peringkat, Inilah Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 21 Juni 2026

Sebaliknya, investor diminta waspada pada sektor properti dan multifinance yang sensitif terhadap biaya kredit.