Namun lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang pembinaan generasi muda agar memiliki mentalitas juara, sportivitas, serta kemampuan adaptasi di era digital.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo menegaskan bahwa eSports kini memiliki peran yang lebih luas dalam membentuk karakter generasi muda.

in1

“Melalui kegiatan ini, Polda Jateng ingin mengajak para pelajar dan komunitas eSports untuk menjadi bagian dari gerakan kamtibmas modern.

>>> Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia, Kalahkan Washington D.C.

Gunakan teknologi secara bijak, jauhi perilaku negatif di ruang digital, serta ikut menjaga persatuan dan keamanan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa eSports bukan hanya soal permainan, tetapi juga sarana membangun disiplin, kerja sama tim, strategi, serta mental juang generasi muda.

Ketika eSports Bertemu Literasi Finansial

Di tengah gelaran turnamen, PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menghadirkan program literasi keuangan bertajuk “Generasi Jateng Cerdas Rupiah”.

Program ini menyasar komunitas eSports dan generasi muda yang hadir, dengan tujuan memperluas pemahaman finansial di tengah meningkatnya minat investasi anak muda.

President Director & CEO IPOT, Moleonoto The, menyoroti adanya kesenjangan antara tingginya inklusi keuangan dan literasi finansial di kalangan generasi muda.

Berdasarkan SNLIK OJK 2025, inklusi keuangan usia 18–25 tahun telah mencapai 89,96%, namun literasi finansial baru berada di angka 73,22%.

Kondisi ini menunjukkan adanya gap pengetahuan yang berpotensi mendorong perilaku investasi berbasis FOMO (Fear of Missing Out).

“Komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter ini sangat relevan dengan dunia investasi.

Melalui edukasi dan teknologi AI, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi masa depan finansial yang lebih baik,” ujar Moleonoto.

Dalam sesi edukasi, Equity Analyst IPOT Brigita Kinari menjelaskan bahwa kemampuan dalam game ternyata memiliki kesamaan dengan strategi pengelolaan keuangan.

Ia memetakan empat kemampuan utama yang disebut sebagai Smart Money Skills: Map Awareness (kemampuan membaca kondisi, mirip dengan analisis pasar dan risiko), Timing (menentukan waktu terbaik untuk bertindak, seperti membeli atau menjual aset), Item Build (memilih instrumen investasi sesuai profil risiko), dan Disiplin (menghindari keputusan emosional dan tidak “all-in” tanpa perhitungan).

>>> Ayat Kursi: Ayat Paling Agung dalam Al-Qur'an, Ini Keutamaannya

“Di era AI, yang tertinggal bukan orang yang tidak punya uang, tetapi orang yang tidak tahu cara mengelolanya,” tegas Brigita.