Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku belum menyaksikan satu pun pertandingan Piala Dunia 2026 yang tengah berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Bukan tanpa alasan, pelatih asal Inggris itu memilih memusatkan seluruh perhatian dan energinya untuk mempersiapkan Timnas Indonesia menghadapi target jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.

in1

>>> Prabowo Dukung Penuh Timnas Hadapi Kualifikasi Piala Dunia 2030

Pernyataan itu disampaikan Herdman usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jumat (19/6/2026).

Fokus Penuh ke Target Piala Dunia 2030

Herdman menegaskan bahwa saat ini seluruh fokusnya tertuju pada persiapan Timnas Indonesia agar mampu bersaing dan mewujudkan target lolos ke putaran final Piala Dunia 2030.

"Fokus saya ada di sini, saya belum menonton Piala Dunia, saya telah bekerja untuk memastikan kita melakukan semua yang perlu kita lakukan untuk lolos," ujar Herdman.

Mantan pelatih Timnas Kanada itu mengaku target membawa Indonesia tampil di ajang sepak bola terbesar dunia menjadi prioritas utama dalam pekerjaannya saat ini.

"Itu satu-satunya hal yang ada di pikiran saya," tambahnya.

>>> Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara

Menurut Herdman, proses menuju Piala Dunia membutuhkan perencanaan matang, mulai dari pengembangan pemain, peningkatan kualitas tim, hingga pembentukan mentalitas kompetitif.

Sebut Punya Visi yang Sama dengan Presiden Prabowo

Dalam kesempatan yang sama, Herdman juga menyinggung hasil pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai Presiden memiliki harapan yang sama dengan jutaan masyarakat Indonesia yang ingin melihat Timnas Indonesia tampil di Piala Dunia 2030.

"Dia (Prabowo) salah satu dari 280 juta orang yang ingin kita lolos ke Piala Dunia 2030," kata Herdman.

Pelatih berusia 50 tahun itu menegaskan bahwa seluruh elemen yang terlibat dalam sepak bola Indonesia saat ini memiliki tujuan yang sama, yakni membawa skuad Garuda mencapai level yang lebih tinggi.

>>> KPK dan Ombudsman Awasi SPMB Cianjur, Kepala Sekolah Nekat Pungli Siap-siap Kena Sanksi

"Semua yang kita lakukan, setiap hari kita bangun, kita terobsesi dengan kualifikasi itu, karena itu akan mengubah segalanya di negara kita selamanya," ujarnya.