Di Sleman, implementasi jargas berbasis CNG telah melayani 4.545 sambungan rumah tangga, enam pelanggan kecil, dan empat pelanggan komersial.

Infrastruktur yang mendukung layanan tersebut mencakup jaringan distribusi gas sepanjang lebih dari 141 kilometer yang memungkinkan penyaluran gas bumi secara aman dan andal kepada masyarakat.

in1

Rata-rata penyaluran gas bumi kepada pelanggan jargas di Sleman mencapai 84 ribu meter kubik per bulan atau setara dengan pemanfaatan sekitar 64 metrik ton LPG per bulan.

Pemanfaatan gas bumi di wilayah Sleman juga tidak hanya menyasar sektor rumah tangga.

>>> 5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Terbaik untuk Kulit Berminyak

Ke depan, layanan jargas akan terus diperluas untuk mendukung sektor produktif seperti UMKM, restoran, hotel, hingga fasilitas kesehatan.

Salah satu pelanggan komersial, Rumah Makan Payakumbuah, Yogyakarta, mengaku mampu menghemat biaya energi antara 30 hingga 33 persen dibandingkan sebelumnya.

"Tahun depan, dari pembiayaan APBN, kita akan tingkatkan totalnya menjadi 1 juta satuan sambungan rumah. Jadi, ini juga lagi kita persiapkan untuk anggaran tahun 2027.

Untuk tahun 2028, itu sudah bisa untuk 1 juta satuan sambungan rumah terlaksana. Jadi, yang 160.000 sambungan itu bisa melayani masyarakat," kata Yuliot.

Pemerintah terus mempercepat pengembangan jargas sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik.

Saat ini, pengelolaan jargas telah menjangkau 827 ribu sambungan rumah di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota.

Melalui RPJMN 2026-2029, pemerintah menargetkan pengembangan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun melalui berbagai skema pendanaan.

Direktur Utama PGN Arief K Risdianto mengatakan apresiasi atas dukungan Kementerian ESDM dan seluruh pemangku kepentingan dalam pengembangan jargas berbasis CNG di Sleman.