Samsung menargetkan chipset baru ini dapat memperkecil kesenjangan performa dengan Snapdragon, khususnya pada pengujian single-core. Di sisi lain, Exynos 2700 diperkirakan mampu menawarkan performa multi-core yang kompetitif.

Kemampuan komputasi berkelanjutannya juga dinilai lebih baik untuk kebutuhan AI generatif dan aplikasi berat lainnya.

Upaya Memulihkan Reputasi Lini Exynos

in1

Lini Exynos pernah menghadapi kritik terkait isu panas berlebih dan efisiensi daya. Hasil produksi chip yang belum konsisten juga menjadi sorotan pada masa lalu.

Kondisi tersebut membuat Samsung menerapkan strategi dual-chip dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan menggunakan Exynos di sebagian wilayah dan Snapdragon di pasar lainnya.

Melalui Exynos 2700, Samsung ingin mengubah persepsi tersebut. Perusahaan bertekad membuktikan bahwa chipset internalnya mampu bersaing di kelas premium.

Tantangan yang dihadapi tidak kecil.

Selain biaya produksi teknologi 2nm yang tinggi, Samsung harus menghadapi dominasi ekosistem Snapdragon yang telah lama menjadi pilihan utama produsen hp flagship Android.

>>> Apa Penyabab Icuk Nugroho Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Kematian Pemaran Preman Pensiun, Benarkah Akibat Kanker?

Bagi Samsung, keberhasilan Exynos 2700 tidak hanya soal menghadirkan chipset yang lebih cepat. Langkah ini juga menentukan strategi bisnis jangka panjang perusahaan di industri smartphone premium.