Koki David Lai, pemilik restoran peringkat ke-24 di Asia's 50 Best Restaurants 2026, mengatakan mi instan adalah makanan kenyamanan utama saat lapar tetapi kekurangan waktu.

"Mi instan juga sangat demokratis - semua orang bisa membelinya - sebuah asupan dopamin yang murah," katanya.

Jaring Pengaman Pangan Global

in1

Mi instan juga berperan sebagai jaring pengaman pangan dalam situasi darurat dan bencana alam.

Hingga Mei 2026, WINA telah menyalurkan sekitar delapan juta porsi mi instan untuk bantuan kemanusiaan global.

"Ketika semua hal lain di kota tutup, tetapi Anda memiliki sebungkus mi di rumah, itu berarti Anda bisa mendapatkan makanan yang memuaskan dengan cepat," pungkas David Lai.

Inovasi di Tengah Risiko Kesehatan

Meskipun berbagai studi memperingatkan risiko penyakit jantung, demensia, hingga ketidakseimbangan hormon akibat konsumsi mi instan, produsen mulai melakukan inovasi.

Mereka menciptakan produk dengan profil nutrisi yang lebih seimbang.

>>> Dokter Spesialis Ungkap Mayoritas Tumor Otak Primer Bersifat Jinak

"Kami bertujuan untuk memperluas kemungkinan baru dalam makanan yang mencapai rasa lezat sekaligus kesehatan - bukan dengan bertanya apa yang bisa dilakukan meskipun itu makanan instan, tetapi justru dengan merangkul apa yang bisa dilakukan karena itu adalah makanan instan," tutur perwakilan WINA.