Federasi Sepak Bola Iran secara resmi melayangkan protes keras kepada FIFA. Mereka merasa mendapat perlakuan tidak setara selama turnamen Piala Dunia 2026.

Otoritas terkait menolak permohonan skuad Team Melli untuk tiba di Los Angeles dua hari lebih awal sebelum menghadapi Belgia.

in1

>>> Terikat Janji Puncaki Rating TV Nasional per Sabtu, 20 Juni 2026, RCTI Ungguli Persaingan Prime Time

Akibatnya, Iran terpaksa melakukan perjalanan lintas negara dari Tijuana, Meksiko, ke Amerika Serikat hanya sehari sebelum laga.

Iran awalnya berencana menjadikan Arizona sebagai markas.

Namun, faktor keamanan membuat mereka harus ditempatkan di Tijuana dan diwajibkan bolak-balik melintasi perbatasan setiap kali bertanding di AS.

Kapten tim Mehdi Taremi mengungkapkan perjalanan udara sejauh 127 mil dari Tijuana ke Los Angeles memakan waktu hingga lima jam akibat pemeriksaan keamanan ketat.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, menilai timnya menerima perlakuan tidak adil.

"Saya pikir tim ini adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia," ujar Ghalenoei dikutip dari ESPN.

Pihak federasi menilai kebijakan pembatasan perjalanan mengganggu pemulihan fisik pemain dan memangkas waktu persiapan taktis.

Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran, Hedayat Mombeini, menegaskan bahwa Iran adalah satu-satunya tim peserta yang berada di kota tuan rumah hanya selama 24 jam.

>>> Sektor NEV China Berkembang, Perusahaan Multinasional Berinvestasi Besar

"Itu tidak adil," katanya.

Mombeini menambahkan bahwa situasi ini berdampak buruk bagi kondisi fisik dan psikologis pemain. "Semua keterbatasan ini berdampak buruk bagi fisik dan hal-hal psikologis pada pemain kami," lanjutnya.

Alasan Keamanan dan Masalah Dokumen Perjalanan

Kepala Gugus Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, menjelaskan kebijakan ini berkaitan dengan pertimbangan keamanan dan situasi geopolitik.

Aturan pembatasan berjalan selaras dengan regulasi FIFA Pasal 18.3 mengenai jadwal kedatangan tim.

Manajemen Iran menilai FIFA kurang fleksibel dalam menyikapi kondisi khusus yang dialami skuad mereka.

Masalah tidak berhenti pada transportasi, karena sejumlah ofisial dan staf pendukung kesulitan memperoleh visa masuk ke AS.

Pemain Mehdi Torabi bahkan harus mendatangi Konsulat AS di Tijuana untuk memperbarui dokumen perjalanan. Kendala ini tetap terjadi meskipun hubungan diplomatik kedua negara dikabarkan mulai membaik.

>>> Brasil Tekuk Haiti 3-0, Selecao Kirim Lawan Pulang Lebih Awal

Iran dijadwalkan terbang ke Seattle untuk menjalani laga pamungkas Grup A melawan Mesir pada 26 Juni, setelah menyelesaikan pertandingan melawan Belgia akhir pekan ini.