Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu pagi tercatat dalam kategori tidak sehat. Data dari IQAir pada pukul 05.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara mencapai angka 172.

Konsentrasi polutan PM2,5 tercatat sebesar 85,5 mikrogram per meter kubik. Angka ini 17,1 kali lebih tinggi dari batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

in1

>>> Kebakaran di Pademangan hingga Jakalcer Festival: Sejumlah Peristiwa Warnai Jakarta

PM2,5 adalah partikel halus berukuran kurang dari 2,5 mikron yang dapat masuk ke saluran pernapasan.

Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru.

Rekomendasi dan Peringatan

Masyarakat disarankan untuk menghindari aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa keluar, gunakan masker untuk melindungi diri dari polusi udara.

>>> Roy Suryo dan Tifa Diamankan, Curanmor di GBK Dibekuk

Langkah lain yang dianjurkan adalah menutup jendela agar udara kotor tidak masuk ke dalam ruangan. Penggunaan penyaring udara juga disarankan untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Jakarta menempati urutan keempat kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Posisi pertama ditempati Tangerang Selatan dengan indeks 223, disusul Serpong (220) dan Tangerang (183).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak warga berpartisipasi dalam gerakan #SatuLangkahDulu. Gerakan ini mendorong langkah sederhana dari lingkungan masing-masing untuk menciptakan udara yang lebih bersih.

>>> Alex Freeman Bawa AS Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026

BMKG menyebut tantangan pengendalian pencemaran udara di Jakarta semakin kompleks. Faktor urbanisasi, pembangunan masif, dan perubahan iklim global turut memperburuk kondisi udara.