Lembaga penyedia indeks saham global, MSCI, memutuskan untuk mempertahankan status pasar modal Indonesia dalam kelompok emerging market. Keputusan ini tertuang dalam laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review.

Meski statusnya bertahan, MSCI memberikan catatan tajam terhadap aspek aksesibilitas. Penilaian terhadap kriteria arus informasi atau information flow diturunkan dari positif menjadi negatif.

in1

>>> Timnas PUBG Mobile Indonesia Lolos Grand Final Kualifikasi Asian Games 2026

Dari total 18 kriteria aksesibilitas pasar yang dievaluasi, hanya dua aspek yang mendapat penilaian negatif. Keduanya adalah kriteria arus informasi dan tingkat liberalisasi pasar valuta asing.

Enam Sorotan MSCI

MSCI merinci enam poin krusial yang menjadi sorotan. Poin pertama adalah masalah kesetaraan hak bagi investor asing akibat keterbatasan informasi berbahasa Inggris.

Poin kedua berkaitan dengan terbatasnya transaksi efek menggunakan valuta asing karena belum tersedianya pasar offshore yang efisien. Selain itu, pembatasan di pasar valas domestik juga dinilai masih terjadi.

Sorotan ketiga adalah larangan bagi investor asing untuk mengakses fasilitas overdraft. Poin keempat menyoroti fleksibilitas transfer aset berupa saham yang hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu.

Poin kelima mencatat terbatasnya akses peminjaman saham atau stock lending dengan durasi maksimal 90 hari. Poin keenam menyoroti adanya pembatasan pada skema perdagangan short selling.

>>> LPDB Koperasi Resmi Buka Pekan Kreatif Nusantara 2026 di Pekalongan

Respons OJK dan BEI

Otoritas Jasa Keuangan menilai mayoritas aspek aksesibilitas pasar modal Indonesia masih terjaga dengan baik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menyebut sebanyak 10 kriteria meraih predikat double plus (++).

Enam kriteria lainnya memperoleh penilaian plus (+). Dua kriteria yang mendapat rapor negatif kini menjadi fokus utama otoritas untuk segera diperbaiki.

Hasan menambahkan bahwa evaluasi ini berjalan beriringan dengan langkah reformasi pasar modal domestik. MSCI juga disebut telah mengakui beberapa perbaikan yang diinisiasi oleh self regulatory organization.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik memandang penilaian tersebut sebagai bahan evaluasi yang berharga. Ia menyatakan optimisme bahwa pasar modal Indonesia dapat mempertahankan posisinya di emerging market.

>>> Dampak BI-Rate ke Bunga KPR hingga Pemulihan Listrik PLN: Rangkuman Ekonomi

Hasil peninjauan tahunan klasifikasi pasar modal MSCI dijadwalkan meluncur pada 23 Juni mendatang. Pengumuman tersebut akan memastikan posisi final Indonesia di emerging market.