MSCI Soroti Hambatan Struktural Pasar Modal Indonesia, Transparansi Dinilai Memburuk
"Dengan status Emerging Market tetap dipertahankan, setidaknya risiko terburuk berhasil dihindari. Namun katalis positif besar juga belum muncul," katanya.
Dalam menghadapi kondisi pasar saat ini, investor disarankan untuk menerapkan strategi investasi yang lebih aman dan terukur.
>>> IHSG Menguat 3,76% dalam Sepekan, Ditutup di Level 6.177
"Strategi yang paling relevan saat ini adalah menjaga diversifikasi, mempertahankan likuiditas yang memadai, dan melakukan akumulasi bertahap secara selektif pada saham," tutur Budi Frensidy.
Pengamat Pasar Modal Reydi Octa melihat penurunan ini mengindikasikan adanya persoalan mendasar pada keterbukaan informasi kepemilikan saham.
"Hal ini perlu direspons SRO dengan perbaikan disclosure, transparansi UBO, free float, dan pengawasan transaksi tidak wajar," katanya.
Respons pasar ke depan diperkirakan masih diwarnai volatilitas tinggi sebelum adanya perbaikan sentimen yang nyata.
"Investor bisa hindari saham yang naik hanya karena sentimen teknikal tetapi free float, likuiditas, dan transparansinya masih lemah," ungkapnya.
Keluarnya modal asing dalam jumlah besar sepanjang tahun ini juga dipengaruhi oleh penyesuaian bobot indeks global dan dinamika ekonomi domestik.
Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana berpendapat bahwa tekanan fiskal dan pergerakan kurs turut memicu aksi jual oleh reksa dana pasif.
"Ini sejalan dengan kondisi fundamental Indonesia seperti tekanan fiskal dan kurs, serta kekhawatiran atas arah kebijakan pemerintah," katanya.
Namun, saham-saham berkapitalisasi besar tetap direkomendasikan bagi pemodal yang berorientasi jangka panjang.
"Ini lantaran tekanan jualan oleh passive fund seharusnya sudah mereda, terutama bila Indonesia masih di EM," ujarnya.
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su memproyeksikan pergerakan indeks akhir tahun berada di kisaran 5.700 hingga 7.300 bergantung pada skenario ekonomi.
Di kondisi saat ini, investor dinilai perlu lebih fokus pada selektivitas, terutama pada likuiditas, kualitas tata kelola, dan eksposur asing masing-masing emiten.
>>> 128 Atlet dari 12 Provinsi Ikuti Kejuaraan MMA Nasional di Bogor
IHSG sendiri ditutup menguat 0,08% ke level 6.177,13, meskipun pasar reguler mencatat net sell asing sebesar Rp 3,14 triliun hari ini.
Update Terbaru
I.League Siapkan Penyesuaian Jadwal Persib dan Borneo Musim Depan
Jumat / 19-06-2026, 22:30 WIB
Hotel Borobudur Jakarta Gelar "Discover Betawi Culture" Sambut HUT Jakarta
Jumat / 19-06-2026, 22:30 WIB
PINTU Raih Gold di Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026
Jumat / 19-06-2026, 22:30 WIB
IHSG 19 Juni 2026 Menguat Tipis ke 6.177,13 Setelah Sempat Tertekan
Jumat / 19-06-2026, 22:30 WIB
PT Kreasi Ukasah Perkuat Layanan Sewa Videotron LED Multi Kota
Jumat / 19-06-2026, 22:30 WIB
Dua Pelajar Bekasi Raih Beasiswa Garuda ke Australia dan Kanada
Jumat / 19-06-2026, 22:30 WIB
IRGC Iran Siap Kembali Berperang Jika AS dan Israel Menyerang Lagi
Jumat / 19-06-2026, 22:20 WIB
Lalu lintas Selat Hormuz mulai pulih, 25 kapal melintas sehari
Jumat / 19-06-2026, 22:20 WIB
Industri Keuangan Perkuat Manajemen Risiko Hadapi Ketidakpastian Global
Jumat / 19-06-2026, 22:20 WIB
IHSG Menguat Tipis ke Level 6.177 pada Akhir Pekan
Jumat / 19-06-2026, 22:20 WIB
Wingstop Indonesia Operasikan Lebih dari 100 Gerai di Usia ke-12
Jumat / 19-06-2026, 22:20 WIB
Bursa Saham Global Melemah Akibat Penundaan Dialog AS-Iran
Jumat / 19-06-2026, 22:20 WIB
PMI Jaksel Kejar Target 1.000 Kantong Darah per Hari
Jumat / 19-06-2026, 22:16 WIB
Presiden Lebanon Kecam Serangan Israel, Desak Gencatan Senjata Total
Jumat / 19-06-2026, 22:16 WIB






