Belanda Siap Produksi Senjata AS Berdasarkan Lisensi
Belanda menyatakan kesiapannya untuk memproduksi senjata Amerika Serikat berdasarkan lisensi. Hal ini disampaikan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yesilgöz-Zegerius.
Pernyataan tersebut muncul setelah laporan Bloomberg pada Rabu lalu bahwa Presiden AS Donald Trump berencana meminta perusahaan pertahanan AS memberikan lisensi produksi senjata, termasuk rudal, di Eropa dan Ukraina.
>>> Australia Tambah Bantuan Rp1,2 Triliun untuk Ukraina
Langkah ini diambil karena stok senjata AS menipis akibat konflik di Iran.
Yesilgöz-Zegerius mengungkapkan bahwa ia telah berbicara dengan industri Amerika dua pekan lalu. "Itu percakapan yang baik.
Saya juga menyampaikan keinginan untuk memperluas produksi bersama," ujarnya dalam wawancara dengan Euractiv yang dipublikasikan Jumat (19/6).
Ia menambahkan bahwa produksi bersama akan menguntungkan kedua negara sekaligus memperkuat kerja sama bilateral. Belanda juga sedang membahas produksi sistem anti balistik dan rudal.
>>> Kemdiktisaintek dan Flinders University Australia Perkuat Kolaborasi Riset
Sejumlah Negara Eropa Siap
Sehari sebelumnya, Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz menyatakan sejumlah negara Eropa siap menjadi lokasi produksi senjata AS. Negara-negara tersebut meliputi Polandia, Belanda, Swedia, dan Jerman.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin pada 2024 memperingatkan bahwa negara-negara Barat yang memasok bantuan militer kepada Ukraina terlibat langsung dalam konflik tersebut.
Ia menegaskan bahwa pengiriman senjata presisi jarak jauh ke Ukraina merusak keamanan global.
>>> Wamendag RI Ajak Perkuat Konektivitas Ekonomi di Forum Uzbekistan
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga menyatakan bahwa pengiriman senjata ke Ukraina merupakan sasaran yang sah bagi Rusia.
Update Terbaru
Pecco Menang Sprint Race MotoGP Ceko tapi Masih Belum Nyaman dengan Motor
Minggu / 21-06-2026, 15:24 WIB
Komdis PSSI Denda Persija, Persib, dan Persebaya Ratusan Juta
Minggu / 21-06-2026, 15:24 WIB
Persija dan Persib Kena Denda Ratusan Juta Akibat Ulah Suporter
Minggu / 21-06-2026, 15:21 WIB
Aprilia Tak Ajukan Banding, Bezzecchi Dipastikan Absen di MotoGP Ceko
Minggu / 21-06-2026, 15:21 WIB
Pratinjau Selandia Baru vs Mesir: Dua Tim Cari Kemenangan Perdana
Minggu / 21-06-2026, 15:20 WIB
Pemprov Sultra Bakal Lelang Kendaraan Dinas, Ini Jadwal dan Cara Ikut
Minggu / 21-06-2026, 15:16 WIB
Ekonom CELIOS: Efisiensi Anggaran Tebang Pilih, Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul
Minggu / 21-06-2026, 15:16 WIB
PT Esa Medika Mandiri Siap IPO, Target Dana Rp269 Miliar untuk Ekspansi
Minggu / 21-06-2026, 15:16 WIB
Samsung Resmi Rilis One UI 8.5, Ini Daftar Galaxy S, A, Z Fold, dan Tab yang Kebagian Pembaruan
Minggu / 21-06-2026, 15:12 WIB
3 Rekomendasi Sepatu Lari Brodo untuk Pemula hingga Profesional
Minggu / 21-06-2026, 15:12 WIB
Dokter Spesialis Kulit Sarankan Cuci Bra Rutin demi Jaga Kesehatan Kulit
Minggu / 21-06-2026, 15:12 WIB
6 Negara Ini Pernah Jadi Bagian Indonesia, Begini Nasibnya Kini
Minggu / 21-06-2026, 15:11 WIB
Spanyol Diyakini Lolos Fase Grup Piala Dunia 2026 Meski Start Kurang Mulus
Minggu / 21-06-2026, 15:11 WIB
Refal Hady dan Aisyah Aqilah Kembali Jadi Sorotan, Isu Kedekatan Makin Ramai Dibahas
Minggu / 21-06-2026, 15:09 WIB






