Kukuh mengonfirmasi adanya pembukaan banyak jaringan penjualan baru di luar Pulau Jawa untuk meratakan jangkauan pasar pabrikan.

"Tapi perlu dilihat, yang selalu menjadi berita kan penutupan dealer, informasi yang kami terima banyak dealer baru yang buka, tapi bukan di Pulau Jawa.

in1

Kenapa ada yang tutup? Itu pilihan bisnis dan bersifat independen," kata Kukuh.

Menurut Kukuh, kapasitas reach dari jumlah dealer di Pulau Jawa saat ini sudah berada di angka 60 sampai 70 persen sehingga dinilai sudah memadai.

"Jumlah dealer di sini sudah memadai untuk melayani kustomer yang ada. Okupasi reach-nya itu masih 60-70 persen, kalau sampai 90-100 persen ya perlu ditambah," jelasnya.

Langkah pemindahan fokus jaringan ke wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi diambil demi memberikan kesempatan kepemilikan kendaraan yang merata.

"Itu juga sejalan dengan tren kita yang harus memberikan kesempatan ke luar Pulau Jawa. Dulu kan Jawa bisa 80 persen, sekarang tinggal 60 persen.

Yang lain tumbuh di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Ini memberikan kesempatan seluruh masyarakat Indonesia membeli kendaraan," ujar Kukuh.

>>> Samsung Galaxy M47 5G Siap Meluncur di India, Tampil Lebih Premium

Berdasarkan data penjualan wholesales Gaikindo, pasar kendaraan ramah lingkungan mencatatkan pertumbuhan signifikan, sementara segmen konvensional berpenumpang mengalami penurunan.