"Kami melihat dua burung kecil terbang ke pohon dekat kami, jadi saya segera mengambil teropong untuk melihat salah satunya.

Saya sangat girang dan kehilangan kata-kata saat menyadari itu adalah burung perkici muka biru," ujar John C. Mittermeier, Direktur Search for Lost Birds di ABC.

in1

>>> AdHoc Studio Rilis DLC HR Violation untuk Atasi Sensor Dispatch di Nintendo Switch

Burung-burung tersebut terbang terlalu cepat sehingga tidak ada yang sempat mengambil foto tapi beberapa hari kemudian, seekor perkici lainnya muncul tepat waktu sarapan.

Dikutip detikINET dari IFL Science, ini menandai hadirnya dokumentasi foto terbaru pertama dari spesies tersebut semenjak 2014.

"Ketika kami melihat perkici muka-biru, saya tidak kuasa menahan air mata.

Setiap hari, saya nyaris menangis bahagia karena melihat burung-burung ini ternyata masih ada," ungkap Sumaraja, pemandu sekaligus pemimpin tur dari Birdtour Asia.

Ancaman Nyata di Balik Harapan Baru

Tim tersebut juga sukses merekam suara kicauan burung itu, meskipun saat ini mereka belum dapat memastikan berapa banyak populasi perkici hijau cerah nan indah ini yang tersisa di alam liar.

"Tantangan utama yang mengintai perkici muka biru adalah menghadapi berbagai ancaman yang sebagian besar belum diketahui.

Burung ini mendiami wilayah yang terus-menerus di bawah tekanan deforestasi, dengan populasi diperkirakan sangat kecil dan rentan," jelas Benny A.

Siregar, Koordinator Maluku di Burung Indonesia.

Penemuan ini menyoroti spesies langka ini mampu bertahan hidup asalkan berada di lokasi sangat terpencil.

"Ke depannya, saya tentu berharap akan ada lebih banyak orang dapat melihat dan mempelajari burung ini lebih jauh.

>>> Cara Menghitung Premi Asuransi Kesehatan Non-BPJS Berdasarkan Risiko

Pada saat yang sama, saya sangat berharap makin banyak orang peduli dan ikut serta melestarikan sisa-sisa hutan di Pulau Buru," ungkap Sumaraja.