PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) mencatatkan penjualan sebesar Rp154,8 miliar sepanjang tahun 2025.

Angka ini naik 4,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp147,6 miliar.

in1

>>> Meksiko vs Korea Selatan: Laga Penentu Grup A Piala Dunia 2026

Pertumbuhan omzet tersebut diikuti oleh pencapaian laba kotor perusahaan sebesar Rp23,7 miliar. Angka itu meningkat tipis 0,18 persen dari Rp23,6 miliar pada tahun lalu.

Ketahanan Operasional di Tengah Tekanan Global

Direktur Utama Paperocks, Irsyad Hanif, mengatakan capaian finansial ini mencerminkan ketahanan operasional perseroan. Menurutnya, di tengah ketegangan geopolitik, volatilitas pasar, dan perlambatan global, perusahaan mampu mempertahankan kinerja.

Memasuki kuartal II 2026, manajemen PPRI menetapkan target penjualan baru senilai Rp80,53 miliar.

Perusahaan juga membidik laba kotor Rp12,88 miliar dan laba tahun berjalan Rp1,89 miliar.

Strategi perseroan difokuskan pada penguatan mutu produk, perluasan pasar baru, dan pengembangan kemasan ramah lingkungan berbasis kertas terbarukan.

>>> BPJS Kesehatan Berlakukan Denda Rawat Inap bagi Peserta yang Menunggak

Irsyad Hanif optimistis kinerja akan terus tumbuh melalui strategi bisnis yang tepat.

Peluang ekspansi didukung oleh pertumbuhan PDB industri makanan dan minuman nasional sebesar 6,49 persen, berdasarkan data Kementerian Perindustrian.

Irsyad menilai industri ini memiliki potensi besar karena didukung sumber daya alam dan permintaan domestik.

Langkah keberlanjutan juga diambil untuk merespons pergeseran pasar, di mana porsi kemasan kertas saat ini baru menyerap sekitar 28 persen dari total industri kemasan nasional.

>>> Meksiko Kalahkan Korea Selatan 1-0, Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Irsyad menegaskan komitmen perusahaan untuk berkontribusi positif terhadap lingkungan.