Pihak manajemen membantah adanya kesengajaan menahan barang di pelabuhan. Penambahan durasi inap justru dinilai merugikan secara finansial karena adanya regulasi denda harian.

"Kami ingin sampaikan bahwa tidak ada upaya kesengajaan untuk memperlambat proses, mengingat biaya penyimpanan dan tambahan penalti harian di Pelabuhan justru lebih besar dibandingkan biaya logistik dan penyimpanan baik milik sendiri atau temporary," ujar Luther Panjaitan.

in1

Luther juga meluruskan spekulasi mengenai komoditas di dalam peti kemas.

Ia menegaskan bahwa kiriman tersebut bukan unit kendaraan siap pakai yang diimpor dari luar negeri, melainkan komponen untuk proses perakitan.

>>> Ferrari Luce Seharga Rp10 Miliar Jadi Tiket untuk Dapat Mobil Langka?

"Sebagai informasi tambahan, kontainer tersebut bukan berisikan mobil ya. Tetapi komponen untuk proses perakitan," kata Luther Panjaitan.