Tindak kriminal di jalan raya kerap menyasar pengendara yang membuka kaca jendela saat macet. Kebiasaan mengemudi dengan sirkulasi udara terbuka di perkotaan padat memicu risiko keamanan tinggi.

Kasus dugaan penjambretan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, baru-baru ini viral di media sosial.

in1

>>> Produksi Smartphone Global Diprediksi Anjlok 16,2% Akibat Biaya Memori

Rekaman dashcam menunjukkan seorang pria berpakaian hitam mendekati sisi kanan kendaraan dan menggasak barang berharga melalui jendela yang terbuka.

Peristiwa bermula saat pengemudi taksi online meminta izin membuka kaca karena AC mati. Arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman menuju Blok M sedang padat.

Kapolsek Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma mengatakan kasus masih dalam penyelidikan. Pihaknya berupaya mengidentifikasi pelaku dan kendaraan korban.

Tips Aman dari Pakar Keselamatan Berkendara

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menjelaskan, keputusan mematikan AC sebenarnya wajar. Namun celah itu kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan.

>>> Bule Saling Baku Hantam di Canggu Bali Picu Kemacetan Parah

Ia menyarankan pengendara membatasi bukaan jendela maksimal 5 cm. Ukuran itu cukup untuk sirkulasi udara tanpa memberi celah tangan orang masuk.

Pemilihan posisi jendela juga penting. Penumpang sebaiknya meminta kaca depan atau jendela yang jauh dari jangkauan penjahat.

Barang elektronik dan dompet sebaiknya diletakkan di area yang tidak terlihat dari luar. Hindari bermain ponsel selama perjalanan karena sorotan layar mudah menarik perhatian komplotan penjambret.

>>> Mantan Anggota Apink Hong Yoo Kyung Umumkan Kehamilan Anak Pertama

Kunci utama keselamatan di jalan raya adalah kewaspadaan. Sony mengingatkan agar pengendara selalu waspada meskipun situasi tampak nyaman.