Gelandang Meksiko, Erik Lira, mengakui bahwa tekanan laga perdana di Stadion Azteca sempat memberikan pengaruh psikologis bagi para pemain.

"Yes, there was a bit of nervousness, a bit of fear," aku Lira.

Rekan setimnya di lini belakang, Israel Reyes, menambahkan bahwa kemenangan awal atas Afrika Selatan telah membantu menenangkan kondisi mental tim.

"We need to be more decisive; the win has calmed the nerves we’ve had over the last few days," tutur Reyes.

Di kubu lawan, Korea Selatan mendapatkan adaptasi lingkungan yang baik karena telah berlatih selama beberapa pekan di fasilitas Verde Valle milik Chivas.

Dukungan publik lokal di Guadalajara bahkan membuat para pemain merasa nyaman.

>>> Huawei Siap Luncurkan MatePad Mini, Tablet Tertipis di Dunia

"It was like playing a game in Seoul," ungkap Hwang In-beom, gelandang Korea Selatan.

Gelandang Feyenoord tersebut juga memuji kualitas tim Meksiko, namun tetap menaruh kepercayaan penuh pada kemampuan skuad Taegeuk Warriors untuk menghadapi siapa pun.

Hubungan erat antara kedua kelompok suporter bermula sejak Piala Dunia 2018 di Rusia. Saat itu, kemenangan mengejutkan Korea Selatan atas Jerman membantu meloloskan Meksiko ke babak gugur.

Slogan "Coreano, hermano, ya eres Mexicano" kembali populer di media sosial menjelang laga ini.

Fernando Delgado, seorang penggemar, mengungkapkan harapannya agar pertandingan ini berakhir tanpa pemenang demi menjaga perasaan kedua kubu.

"A draw would be the ideal case," tutur Delgado.

Ia merasa hasil imbang adalah opsi terbaik untuk menghindari situasi canggung di antara para pendukung yang saling bersahabat.

Sahabatnya, Josh Lee, menjelaskan bahwa kedekatan emosional ini terus terjaga selama delapan tahun terakhir dan melahirkan rasa saling menghormati yang lebih besar.