"Itulah mengapa kami mencoba menjaga jarak dari hewan di sini, saya menghormati orang-orang di sini namun di Jerman saya merasa tidak ada begitu banyak hewan berbahaya," kata Kimmich.

Kekhawatiran Timnas Norwegia

Teror ular berbisa ini dipandang bukan persoalan sepele karena menyangkut keselamatan atlet yang sedang dalam kondisi kompetitif tertinggi.

"Begitu Anda mendengar jenis ular itu dan apa yang bisa terjadi jika Anda digigit, itu berhenti menjadi lucu dengan sangat cepat," tegas Kimmich.

Kekhawatiran serupa juga diungkapkan kapten Timnas Norwegia, Kristian Thorstvedt, yang timnya berlatih di wilayah rawan kemunculan ular.

Ia mengaku tidak nyaman karena para pemain kini harus lebih sering memperhatikan kondisi tanah di sekitar mereka.

"Saya sama sekali tidak senang mendengar hal itu," tutur Thorstvedt menanggapi fakta bahwa ular copperhead sangat umum ditemukan di kawasan tersebut.

Fokus Menghadapi Pantai Gading

Meski dihantui kecemasan terkait keamanan lingkungan, Timnas Jerman tetap menunjukkan performa impresif di atas lapangan.

Juara dunia empat kali itu sukses menghancurkan tim debutan Curacao dengan skor telak 7-1 pada laga pembuka fase grup.

Kini perhatian skuad asuhan Julian Nagelsmann beralih ke pertandingan berikutnya melawan Pantai Gading yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni mendatang.

Pihak penyelenggara dan keamanan setempat dikabarkan akan memperketat pengawasan di sekitar area latihan guna memastikan tidak ada lagi reptil berbisa yang memasuki kawasan privat tim.

>>> Mitigasi Suku Bunga Tinggi, BEST Konversi Pinjaman ke Rupiah

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada memang menghadirkan tantangan lingkungan yang berbeda bagi banyak tim peserta, khususnya negara-negara asal Eropa yang tidak terbiasa dengan kondisi alam setempat.