Rismon juga membandingkan foto Prabowo Subianto muda dengan ketika menjadi Presiden 40 tahun kemudian.

Ia juga menguji coba pada foto-foto public figure lain seperti SBY, Luhut Binsar Pandjaitan, Anies Baswedan, dan Megawati Soekarnoputri.

>>> Enam Wakil Tunggal Indonesia Berlaga di Babak 32 Besar Macau Open 2026

Naskah buku ini rencananya akan didaftarkan ISBN dan didistribusikan ke berbagai perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia.

Langkah ini diambil agar menjadi bahan kajian ilmiah yang objektif, menggeser perdebatan subjektif di ruang publik.

"Buku ini saya susun sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah kepada publik dan komunitas akademik," kata Rismon.

Perubahan Haluan

Rismon yang kini telah pecah kongsi dengan Roy Suryo dan dokter Tifa menegaskan bahwa kajian ini murni karya akademik.

Ia berharap diskusi mengenai topik ini diselesaikan melalui ranah ilmu pengetahuan seperti teknik elektro dan teknik informatika.

Sebelumnya, Rismon bersama Roy Suryo dan dr. Tifauzia sempat menerbitkan buku berjudul "JOKOWI's WHITE PAPER" pada Agustus 2025.

Buku setebal 700 halaman itu memuat perjalanan mereka mengusut keaslian ijazah UGM dan skripsi Jokowi sejak 2022.

Dalam buku pertama, analisis forensik digital dilakukan menggunakan metode perbandingan RGB dan CMYK.

Kesimpulan buku tersebut bertolak belakang dengan temuan terbaru Rismon.

Roy Suryo saat itu menyatakan bahwa skripsi Jokowi 99,94 persen palsu dan tidak mungkin menghasilkan ijazah asli.

Namun, setelah ditetapkan sebagai tersangka atas tudingan ijazah palsu, Rismon menemui Jokowi pada 12 Maret 2026 untuk berdamai.

Pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan pengajuan restorative justice hingga akhirnya diterbitkan SP3 atas perkaranya.

>>> Promotor Tambah Jadwal Konser BTS di Bulacan Akibat Lonjakan Harga Tiket

Rismon berharap diskusi ini diselesaikan melalui kajian akademik, bukan perdebatan subjektif di media sosial.