Polemik mengenai dugaan pemasangan alat pelacak pada mobil yang digunakan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, terus berkembang. Setelah pengakuan Tiyo ramai diperbincangkan, perhatian publik kini beralih kepada sosok pemilik kendaraan yang dipinjamnya.

Tiyo sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya menemukan perangkat pelacak yang bergerak bersamanya setelah mengikuti aksi di kawasan Gejayan, Yogyakarta, pada Jumat (12/6/2026). Temuan itu diketahui setelah muncul notifikasi pada telepon genggamnya.

Melalui unggahan di media sosial, Tiyo menyatakan tidak mengetahui siapa yang memasang perangkat tersebut. Ia menilai keberadaan alat pelacak itu sebagai bentuk ancaman terhadap pihak-pihak yang menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Saat dimintai penjelasan lebih lanjut, Tiyo mengatakan kendaraan yang digunakan bukan miliknya. Mobil tersebut, menurut dia, merupakan milik kerabat yang dipinjam untuk menunjang aktivitasnya karena merasa situasi yang dihadapi belakangan ini kurang aman.

>>> Commodore Luncurkan Ponsel Lipat Callback 8020 Tanpa Media Sosial

BEM Bersatu Ungkap Dugaan Pemilik Kendaraan

Nama Siti Nuraeni kemudian mencuat setelah Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, menyampaikan dugaan bahwa Toyota Fortuner yang digunakan Tiyo terdaftar atas nama sosok tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan BEM Bersatu, Siti Nuraeni disebut sebagai adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang memiliki hubungan besan dengan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa.

Atas dasar informasi itu, kelompok tersebut mempertanyakan kemungkinan adanya keterkaitan antara Tiyo dengan lingkungan keluarga tokoh militer yang pernah berada di lingkaran politik nasional.

Rahmat Djimbula menyebut dugaan tersebut diperkuat oleh sejumlah temuan yang mereka klaim miliki. Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Setyo Sularso maupun Tiyo Ardianto yang menanggapi dugaan hubungan tersebut.