Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu pagi, 17 Juni 2026.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 13 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp17.738 per dolar AS.

>>> Rupiah Melemah Terparah di Asia ke Level Rp 17.755 per Dolar AS pada 17 Juni 2026

Pada pekan sebelumnya, mata uang Indonesia berada di level Rp17.708 per dolar AS.

Sikap hati-hati pelaku pasar menjadi faktor utama pelemahan ini. Investor cenderung wait and see menunggu kepastian kesepakatan damai antara AS dan Iran secara resmi.

Selain itu, pasar juga mengantisipasi hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berlangsung malam ini.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan berkonsolidasi terhadap dolar AS dengan potensi pelemahan atau penguatan yang terbatas.

"Investor cenderung wait and see kepastian kesepakatan AS-Iran secara resmi serta antisipasi pertemuan FOMC malam ini. Range 17700-17800," jelasnya.

>>> 5 Minuman Sehat yang Bantu Turunkan Berat Badan

Pergerakan kurs hari ini diproyeksikan berada pada kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Di kawasan regional, pergerakan mata uang Asia terpantau bervariasi terhadap dolar AS. Won Korea Selatan mencatatkan koreksi paling tajam setelah anjlok 0,32 persen pada perdagangan pagi.

Pelemahan juga diikuti baht Thailand yang turun 0,03 persen, ringgit Malaysia melemah 0,005 persen, dan yuan China tertekan 0,001 persen.

Sementara dolar Taiwan bergerak stabil dengan kecenderungan melemah tipis.

Di sisi lain, yen Jepang memimpin penguatan di Asia setelah menanjak 0,05 persen.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.738 per Dolar AS, Tertekan Indeks DXY

Peso Filipina menguat 0,04 persen, disusul dolar Hong Kong yang terangkat 0,02 persen dan dolar Singapura terapresiasi tipis 0,016 persen terhadap the greenback.