Kelemahan Sistem Otomatis

Menurut Pedro Fernández, pendiri perusahaan layanan panggilan berbasis AI Altur, industri penagihan utang termasuk salah satu sektor yang paling awal dan cepat mengadopsi teknologi ini.

Perusahaannya sudah mengelola lebih dari 2,5 juta panggilan penagihan setiap bulannya dengan mengandalkan agen AI.

Namun, sistem otomatis ini dinilai masih memiliki kelemahan yang cukup besar.

Data utang biasanya berpindah tangan dari kreditur asli ke pembeli utang lain dalam bentuk catatan yang berantakan, membuat AI sangat rentan melakukan kesalahan fatal.

Kesalahan tersebut dapat berupa penagihan terhadap utang yang sebenarnya sudah lunas atau salah sasaran kepada pihak lain.

Meskipun penagih utang manusia sering dianggap mengganggu, mereka dinilai jauh lebih fleksibel.

Manusia memiliki kemampuan untuk bernegosiasi saat terjadi ketidaksesuaian data atau sengketa. Hal ini berbeda dengan sistem otomatis yang bekerja kaku berdasarkan pola dan data yang dimasukkan.

Hingga saat ini, pemanfaatan AI dalam penagihan utang terus berkembang pesat.

>>> Dokter Paru Ingatkan Bahaya Karbon Monoksida Saat Berkemah

Meski menawarkan efisiensi tinggi bagi perusahaan, tantangan mengenai akurasi data dan keadilan proses penagihan tetap menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan.