Fisioterapis asal Prancis, Christophe Dormoy, menjadi bagian penting dalam persiapan tim nasional Senegal menghadapi laga perdana Grup I Piala Dunia 2026 melawan Prancis pada Selasa, 16 Juni.

Dormoy yang berbasis di Reims telah bergabung dengan staf medis Senegal sejak Maret 2019 setelah dihubungi oleh mantan pelatih Aliou Cisse.

>>> Kegagalan Garuda di Kualifikasi Piala Dunia, Sorotan ke Arab Saudi vs Uruguay

Pertandingan pembuka ini memiliki makna emosional bagi skuad Senegal karena banyak pemain yang lahir, bermain di tim muda, atau berkarier di Prancis.

Turnamen ini juga menjadi panggung internasional terakhir bagi sejumlah pemain senior seperti Sadio Mane dan Kalidou Koulibaly, menandai transisi generasi di tim.

"Banyak dari kami lahir di sana, bermain di tim junior Prancis, atau bekerja di Prancis. Kami semua saling menghubungi saat tahu akan melawan tim Prancis.

Pertandingan ini memiliki rasa tersendiri," ujar Dormoy.

Peran Tim Medis dalam Manajemen Pemain

Manajemen kondisi pemain menjadi fokus utama tim medis yang mendampingi skuad sepanjang hari.

Dormoy menjelaskan bahwa tanggung jawab staf medis mencakup penyiapan peralatan, persiapan fisik, hingga aspek mental pemain.

"Kami bersama anggota tim 24 jam sehari. Kami mengurus persiapan peralatan, persiapan fisik, tetapi juga aspek mental," tuturnya.

Beban kerja tim medis meningkat signifikan pada hari pertandingan untuk mengakomodasi kebiasaan spesifik setiap pemain sebelum memasuki lapangan.

Tim medis Senegal yang diperkuat lima fisioterapis dituntut bergerak cepat memastikan kesiapan seluruh anggota skuad di ruang ganti.

"Pemain memiliki kebiasaan kecil, dan kami harus menempatkan mereka dalam kondisi terbaik sebelum pertandingan.

Banyak pekerjaan di awal agar saat mereka tiba di ruang ganti, semuanya siap," kata Dormoy.