Beberapa orang kerap merasa kurang nyaman saat berkomunikasi dengan individu yang sering memperlihatkan pencapaian atau barang kepemilikan tertentu.

Ada pula yang merasa minder setelah mendatangi pusat perbelanjaan mewah atau berkendara melewati kawasan perumahan elite.

Padahal, sebelum situasi tersebut terjadi, mereka merasakan kecukupan atas kehidupan yang dijalani.

Dikutip dari Psychology Today, Susan Biali Haas, M. D.

, seorang dokter yang fokus pada penanganan stres dan kesehatan mental, menyarankan untuk menyusun daftar berisi hal atau individu yang memicu rasa iri.

Catat pengaruh hal tersebut terhadap kondisi emosional, serta analisis alasan kebiasaan membandingkan diri hanya menguras waktu dan energi.

Pemahaman terhadap pola ini akan meningkatkan kesadaran diri, sehingga pengendalian emosi menjadi lebih mudah saat berhadapan dengan situasi serupa.

Jika memungkinkan, batasi interaksi terhadap hal-hal yang menjadi pemicu perbandingan, terutama yang tidak memberikan faedah, makna, atau kontribusi positif.

>>> Inspirasi Nama Bayi Berawalan Huruf R dari Anak dan Tokoh Artis Indonesia

Pengurangan durasi membandingkan diri memberikan ruang lebih besar untuk fokus pada target pribadi, merawat rasa syukur, dan menjaga kebahagiaan mandiri.