Kapten timnas Belanda, Virgil van Dijk, melontarkan kritik tajam terhadap aturan jeda hidrasi FIFA setelah timnya hanya bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang berlangsung di AT&T Stadium, Texas, Senin (15/6/2026) itu sempat dikuasai Belanda. Van Dijk mencetak gol lewat sundulan memanfaatkan umpan Ryan Gravenberch.

>>> HokBen Pangkas Harga Fried Chicken Large Mulai Rp 20.000-an

Namun, keunggulan Belanda buyar menjelang akhir babak kedua setelah Daichi Kamada mencetak gol penyeimbang bagi Jepang.

Van Dijk: Jeda Hidrasi Ganggu Kenyamanan

Van Dijk menilai kebijakan hydration break yang diterapkan FIFA untuk melindungi pemain dari suhu tinggi justru mengganggu ritme pertandingan.

"Saya pikir jeda hidrasi ini cukup menarik untuk dibahas. Sebelum hari ini saya sudah menonton hampir semua pertandingan," ujar pemain Liverpool tersebut.

Ia menambahkan bahwa penghentian laga di tengah pertandingan terasa kurang menyenangkan karena langsung diikuti tayangan iklan komersial.

"Saya merasa setiap kali pertandingan berhenti untuk jeda dan masuk ke iklan, itu bukan sesuatu yang saya sukai," tegasnya.

>>> Tarif Rp 1 untuk Transjakarta, MRT, dan LRT pada Hari Transportasi Nasional

Menurut Van Dijk, aturan pengisian cairan tubuh memang berdampak positif jika cuaca di lapangan sangat ekstrem. Namun, FIFA dinilai perlu mengevaluasi kondisi cuaca di setiap laga secara spesifik.

Ia juga menyoroti aspek kenyamanan bagi penonton televisi. "Saya rasa bagi penonton netral yang menonton di televisi, situasi ini juga tidak terlalu bagus.

Kalau cuacanya memang sangat panas, tentu jeda seperti itu bisa diterapkan," katanya.

Pemain berusia 34 tahun itu berharap FIFA melihat situasi di lapangan secara terpisah pada laga-laga berikutnya. "Tetapi, menurut saya setiap pertandingan harus dilihat secara terpisah.

>>> 6 Dampak Langsung Suku Bunga Tinggi bagi Masyarakat

Saya rasa saya sudah cukup banyak bicara soal ini," pungkasnya.