Fokus investor kini beralih ke keputusan kebijakan moneter The Federal Reserve yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

Perhatian utama tertuju pada pernyataan Ketua baru Fed, Kevin Warsh.

"Semua mata tertuju pada konferensi pers Warsh," kata Thomas Hayes dari Great Hill Capital.

Thomas Hayes menilai bahwa tahun pertama seorang ketua Fed baru biasanya diwarnai oleh tingkat volatilitas pasar yang lebih tinggi.

Saat ini, tingkat inflasi di AS dilaporkan masih bertahan lebih dari satu persen di atas target 2 persen yang ditetapkan oleh The Fed.

Pandangan Kevin Warsh mengenai arah penurunan inflasi akan menjadi sinyal penting bagi kebijakan mendatang.

Berdasarkan CME FedWatch Tool di pasar berjangka, pelaku perdagangan memperkirakan adanya peluang sebesar 42 persen untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember.

Sementara itu, penurunan suku bunga diproyeksikan baru akan terjadi setelah pertengahan tahun 2027.

Pada pukul 20:42 WIB, Dow Jones tercatat naik 360,77 poin atau 0,70 persen ke level 52.031,80.

S&P 500 naik 7,49 poin atau 0,10 persen ke level 7.561,78, dan Nasdaq Composite bertambah 35,07 poin atau 0,13 persen ke level 26.719,01.

Pergerakan saham lainnya menunjukkan Qualcomm naik 3,6 persen setelah muncul laporan pembahasan akuisisi startup chip AI Tenstorrent senilai US$ 8-10 miliar.

Robinhood naik 1,1 persen setelah mengumumkan pemangkasan 10 persen tenaga kerja penuh waktu.

Pada penutupan di bursa NYSE, saham yang menguat mengungguli yang turun dengan rasio 2,19 banding 1.

>>> Samir Proyeksikan Kinerja Pembiayaan P2P Lending Terus Tumbuh

Di Nasdaq, rasio mencatatkan angka 1,39 banding 1.