Kepala BMKG Wijayanto menyebutkan guncangan kali ini tidak berkaitan dengan struktur geologi yang memicu bencana besar beberapa tahun silam.

Aktivitas tektonik tersebut berasal dari pergerakan Sesar Sausu, bukan Sesar Palu Koro yang pernah memicu gempa magnitudo 7,5 pada 2018.

"Jadi gempa ini akibat aktivitas sesar aktif Sausu di Sulawesi Tengah. Jadi ini bukan segmen Palu Koro seperti gempa di 2018," kata Wijayanto.

Wijayanto menguraikan bahwa kawasan Kota Palu dikelilingi oleh banyak patahan aktif, seperti Sesar Sausu, Sesar Palu Koro, hingga Sesar Ampana.

Sesar-sesar aktif ini biasanya tidak memicu aktivitas sesar di sekitarnya yang lebih besar, hanya gempa-gempa kecil.

>>> Keraton Solo Hanya Kirab Tiga Kebo Bule Malam 1 Suro

BMKG terus melakukan evaluasi dan monitoring mendalam terhadap gempa M 6,7 tersebut. Langkah antisipasi diperkuat dengan memantau pergerakan aktivitas gempa susulan di wilayah terdampak.