Tarif Impor AS Ancam Ekspor Manufaktur Indonesia, Pemerintah Ajukan Pengecualian
“Tambahan tarif 10%–18% dapat menekan margin, volume pesanan, dan ekspansi produksi,” ujar Rizal ketika dihubungi, Senin (15/6/2026).
Rizal berpendapat bahwa hasil negosiasi bilateral akan menjadi penentu posisi Indonesia. Faktor penentu daya saing ekspor tidak hanya bergantung pada nominal tarif, melainkan juga perbandingannya dengan negara kompetitor.
Jika tarif Indonesia lebih tinggi dari Vietnam, India, atau Meksiko, pembeli di AS berpotensi mengalihkan order.
Negara-negara pesaing tersebut dinilai memiliki integrasi rantai pasok yang kuat, biaya logistik efisien, dan regulasi yang lebih pasti.
Sektor-sektor yang diprediksi mengalami tekanan paling berat meliputi tekstil dan produk tekstil, alas kaki, furnitur, produk karet, elektronika tertentu, perikanan, hingga turunan sawit.
“Sektor-sektor ini padat tenaga kerja dan sensitif terhadap selisih harga, sehingga tekanan tarif bisa langsung berdampak pada ekspor, utilisasi pabrik, investasi baru, hingga penyerapan tenaga kerja,” tuturnya.
Strategi Ganda: Diplomasi dan Penguatan Daya Saing
Pemerintah disarankan bergerak melalui dua strategi sekaligus. Selain memaksimalkan diplomasi perdagangan demi pengecualian tarif, penguatan fondasi daya saing industri dalam negeri mutlak dilakukan.
Aspek ketertelusuran produk serta kepatuhan pada standar lingkungan dan ketenagakerjaan menjadi kian krusial. Sebab, instrumen nontarif kini semakin sering dijadikan alat proteksi perdagangan oleh AS.
"Masalahnya bukan hanya tarif, tetapi kepatuhan terhadap standar ESG, forced labor due diligence, traceability, dan persepsi risiko overcapacity yang kini makin sering dipakai AS sebagai instrumen proteksi dagang," katanya.
Di sisi lain, Rizal meminta percepatan diversifikasi pasar ekspor ke wilayah alternatif seperti Uni Eropa, Timur Tengah, India, dan Asia Timur.
Langkah ini penting guna memangkas ketergantungan tinggi pada AS.
>>> Keito Nakamura Dituduh Langgar Aturan Pelindung Tulang Kering di Piala Dunia 2026
Update Terbaru
Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di F1 GP Barcelona 2026
Selasa / 16-06-2026, 14:22 WIB
Rakin Khan Jadi Sorotan, Pengusaha Malaysia yang Dikabarkan Dekat dengan Fuji
Selasa / 16-06-2026, 14:19 WIB
Pre-Order Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Dibuka, Rilis Februari 2027
Selasa / 16-06-2026, 14:15 WIB
REDMI Turbo 5 Resmi Meluncur di India, Bawa Layar AMOLED 6,59 Inci dan Baterai 7540mAh
Selasa / 16-06-2026, 14:14 WIB
Hyundai i20 N Shadow Edition: Edisi Perpisahan Khusus untuk Australia
Selasa / 16-06-2026, 14:04 WIB
Haier Pamerkan Smart TV 100 Inci dan AC Pintar di Jakarta Fair 2026
Selasa / 16-06-2026, 13:55 WIB
MSI Luncurkan Promosi Juni 2026: Diskon Laptop Gaming, Bisnis, dan Harian
Selasa / 16-06-2026, 13:54 WIB
Profil Evan Marvino Disorot Usai Tudingan KDRT dari Istri Mencuat
Selasa / 16-06-2026, 13:52 WIB
Tips Memanfaatkan Modena Pay untuk Belanja Teknologi Rumah Lebih Hemat
Selasa / 16-06-2026, 13:48 WIB
OnePlus Nord Buds 4 Resmi Meluncur di India pada 25 Juni
Selasa / 16-06-2026, 13:48 WIB
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 17 Juni 2026 ada Merangkai Kisah Indah Kalah dengan Terikat Janji
Selasa / 16-06-2026, 13:40 WIB
Gaji Supir Bus di Singapura Tembus Rp 60 Juta, Tertinggi dari SBS Transit
Selasa / 16-06-2026, 13:39 WIB
Vozinha Bikin Geger Piala Dunia 2026, Pengikut Instagram Melonjak 5,6 Juta
Selasa / 16-06-2026, 13:38 WIB
Duel HP Android Terbaik untuk Konser: Oppo Find X9 Ultra vs Samsung Galaxy S26 Ultra
Selasa / 16-06-2026, 13:34 WIB






