Tarif Impor AS Ancam Ekspor Manufaktur Indonesia, Pemerintah Ajukan Pengecualian
Untuk jangka menengah, Indonesia dinilai tidak bisa sekadar bertumpu pada negosiasi tarif.
“Tetapi harus memperbaiki produktivitas industri, biaya logistik, kualitas tenaga kerja, dan kedalaman rantai pasok domestik agar manufaktur tidak terus rentan terhadap perubahan kebijakan dagang negara mitra," pungkasnya.
Pelaku usaha mebel yang bergantung pada pasar AS turut menyuarakan kekhawatiran serupa.
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia, Abdul Sobur, menyebut regulasi baru ini bisa membuat importir menunda kontrak baru.
“Sebagian importir kemungkinan akan menunda pembelian sambil menunggu kepastian kebijakan, sehingga dapat memengaruhi arus pesanan pada semester II/2026," tuturnya kepada Bisnis.
Dalam jangka menengah, efek kebijakan ini akan dipengaruhi oleh posisi tarif Indonesia dibanding negara eksportir lain.
Jika pengenaan tarif merata, mebel Indonesia dinilai masih kompetitif, namun jika lebih tinggi, risiko pengalihan pesanan otomatis meningkat.
“Industri mebel merupakan industri padat karya dengan siklus pemesanan yang relatif panjang.
Oleh karena itu, kepastian kebijakan menjadi faktor yang sama pentingnya dengan besaran tarif itu sendiri,” jelas Sobur.
Saat ini, pasar AS menyerap sekitar 50% hingga 55% dari total ekspor mebel nasional.
Tingginya angka tersebut membuat industri furnitur sangat rentan terhadap dinamika kebijakan perdagangan di negara tujuan.
Guna mengantisipasi dampak buruk, para pelaku usaha mulai menggenjot perluasan pasar ke Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Timur, Australia, hingga Afrika.
Sektor perhotelan di kawasan Gulf Cooperation Council, India, Jepang, Korea Selatan, dan Asia Tenggara menjadi peluang baru.
Kendati demikian, Sobur mengingatkan bahwa diversifikasi pasar memerlukan proses dan waktu yang tidak sebentar.
“Dibutuhkan investasi promosi, penyesuaian desain, sertifikasi, hingga pembangunan jaringan distribusi yang memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit," tegasnya.
Update Terbaru
Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di F1 GP Barcelona 2026
Selasa / 16-06-2026, 14:22 WIB
Rakin Khan Jadi Sorotan, Pengusaha Malaysia yang Dikabarkan Dekat dengan Fuji
Selasa / 16-06-2026, 14:19 WIB
Pre-Order Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Dibuka, Rilis Februari 2027
Selasa / 16-06-2026, 14:15 WIB
REDMI Turbo 5 Resmi Meluncur di India, Bawa Layar AMOLED 6,59 Inci dan Baterai 7540mAh
Selasa / 16-06-2026, 14:14 WIB
Hyundai i20 N Shadow Edition: Edisi Perpisahan Khusus untuk Australia
Selasa / 16-06-2026, 14:04 WIB
Haier Pamerkan Smart TV 100 Inci dan AC Pintar di Jakarta Fair 2026
Selasa / 16-06-2026, 13:55 WIB
MSI Luncurkan Promosi Juni 2026: Diskon Laptop Gaming, Bisnis, dan Harian
Selasa / 16-06-2026, 13:54 WIB
Profil Evan Marvino Disorot Usai Tudingan KDRT dari Istri Mencuat
Selasa / 16-06-2026, 13:52 WIB
Tips Memanfaatkan Modena Pay untuk Belanja Teknologi Rumah Lebih Hemat
Selasa / 16-06-2026, 13:48 WIB
OnePlus Nord Buds 4 Resmi Meluncur di India pada 25 Juni
Selasa / 16-06-2026, 13:48 WIB
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 17 Juni 2026 ada Merangkai Kisah Indah Kalah dengan Terikat Janji
Selasa / 16-06-2026, 13:40 WIB
Gaji Supir Bus di Singapura Tembus Rp 60 Juta, Tertinggi dari SBS Transit
Selasa / 16-06-2026, 13:39 WIB
Vozinha Bikin Geger Piala Dunia 2026, Pengikut Instagram Melonjak 5,6 Juta
Selasa / 16-06-2026, 13:38 WIB
Duel HP Android Terbaik untuk Konser: Oppo Find X9 Ultra vs Samsung Galaxy S26 Ultra
Selasa / 16-06-2026, 13:34 WIB






