Amerika Serikat dan Iran resmi menyepakati perjanjian damai untuk mengakhiri konflik militer yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan di kawasan Timur Tengah pada Minggu (14/6/2026).

Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer di seluruh front konflik termasuk Lebanon, pembukaan blokade angkatan laut, serta pembebasan tarif pelayaran di Selat Hormuz.

>>> Omoway Serahkan 100 Unit Perdana Motor Listrik Omo X di BSD City

Nota kesepahaman (MoU) dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi pada Jumat, 19 Juni 2026 di Swiss di sela-sela KTT tahunan G7 di Prancis.

Mediasi Pakistan dan Dukungan Qatar, Arab Saudi, Turki

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan keberhasilan mediasi yang turut dibantu oleh kontribusi Qatar, Arab Saudi, dan Turki tersebut kepada publik.

"Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.

Upacara penandatanganan resmi akan diadakan pada hari Jumat, 19 Juni di Swiss," kata Sharif dilansir CNN dan AFP.

Sharif menambahkan bahwa proses implementasi awal akan segera berjalan beriringan dengan pertemuan teknis lanjutan dari para mediator.

"Dengan adanya kesepakatan ini, para mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan minggu ini. Diskusi pra-implementasi ini akan meletakkan dasar untuk pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi," sambung Sharif.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas komitmen diplomatik kedua negara yang bertikai.

"Penandatanganan resmi akan dilakukan pada Jumat, 19 Juni di Swiss.

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka mencari solusi diplomatik dalam konflik ini," kata Sharif, seperti dikutip kantor berita Iran Mehr.

Respons Trump dan Netanyahu