Amerika Serikat dan Iran Sepakati Perjanjian Damai, Konflik Timur Tengah Berakhir
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan konfirmasi dan menyambut baik rampungnya kesepakatan tersebut melalui jaringan media sosial miliknya.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai. Selamat kepada semua pihak!"
kata Trump di jaringan media sosial Truth Social miliknya.
Trump juga menegaskan kebijakan penarikan blokade militer di Selat Hormuz demi kelancaran pasokan komoditas minyak global.
"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, mengizinkan pencabutan segera blokade angkatan laut Amerika Serikat.
Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!"
tulisnya.
Dalam wawancara telepon terpisah bersama New York Times, Trump mengkritik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang dinilai mempersulit proses diplomasi melalui serangan militer ke Beirut.
"Dia (Netanyahu-red) orang yang sangat sulit. Dan jujur saja, dia seharusnya sangat berterima kasih kepada kita karena telah melakukan ini.
Karena jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama dua jam," ucapnya.
Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menyatakan komitmen penuh Teheran terhadap teks nota kesepahaman Islamabad yang telah difinalisasi.
>>> Warga Iran Protes di Luar Stadion Piala Dunia 2026 Los Angeles
"Teks nota kesepahaman telah diselesaikan, dan penandatanganan resmi Nota Kesepahaman Islamabad akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat," kata Kazem Gharibabadi dilansir AFP dan CNN.
Gharibabadi menekankan tanggal mulainya pemberlakuan seluruh poin komitmen perjanjian damai tersebut.
"Komitmen kami akan berlaku mulai hari Jumat," tegas Gharibabadi.
Ia menjabarkan dua poin utama kesepakatan damai serta menyebut keberhasilan ini sebagai sebuah pencapaian militer strategis Iran.
"Pertama, pengakhiran permanen dan segera perang di semua front, termasuk Lebanon. Kedua, pencabutan dan penghentian blokade angkatan laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran," tambah Gharibabadi.
Update Terbaru
Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di F1 GP Barcelona 2026
Selasa / 16-06-2026, 14:22 WIB
Rakin Khan Jadi Sorotan, Pengusaha Malaysia yang Dikabarkan Dekat dengan Fuji
Selasa / 16-06-2026, 14:19 WIB
Pre-Order Tomb Raider: Legacy of Atlantis Resmi Dibuka, Rilis Februari 2027
Selasa / 16-06-2026, 14:15 WIB
REDMI Turbo 5 Resmi Meluncur di India, Bawa Layar AMOLED 6,59 Inci dan Baterai 7540mAh
Selasa / 16-06-2026, 14:14 WIB
Hyundai i20 N Shadow Edition: Edisi Perpisahan Khusus untuk Australia
Selasa / 16-06-2026, 14:04 WIB
Haier Pamerkan Smart TV 100 Inci dan AC Pintar di Jakarta Fair 2026
Selasa / 16-06-2026, 13:55 WIB
MSI Luncurkan Promosi Juni 2026: Diskon Laptop Gaming, Bisnis, dan Harian
Selasa / 16-06-2026, 13:54 WIB
Profil Evan Marvino Disorot Usai Tudingan KDRT dari Istri Mencuat
Selasa / 16-06-2026, 13:52 WIB
Tips Memanfaatkan Modena Pay untuk Belanja Teknologi Rumah Lebih Hemat
Selasa / 16-06-2026, 13:48 WIB
OnePlus Nord Buds 4 Resmi Meluncur di India pada 25 Juni
Selasa / 16-06-2026, 13:48 WIB
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 17 Juni 2026 ada Merangkai Kisah Indah Kalah dengan Terikat Janji
Selasa / 16-06-2026, 13:40 WIB
Gaji Supir Bus di Singapura Tembus Rp 60 Juta, Tertinggi dari SBS Transit
Selasa / 16-06-2026, 13:39 WIB
Vozinha Bikin Geger Piala Dunia 2026, Pengikut Instagram Melonjak 5,6 Juta
Selasa / 16-06-2026, 13:38 WIB
Duel HP Android Terbaik untuk Konser: Oppo Find X9 Ultra vs Samsung Galaxy S26 Ultra
Selasa / 16-06-2026, 13:34 WIB






