"What happened in 2002, congratulations to Senegal, it was good for them at the time, but we will make sure the result is positive for us this time," tandasnya.

>>> Garena Rilis 19 Kode Redeem Free Fire Aktif Edisi 16 Juni 2026

Waspadai Generasi Emas Senegal

Di sisi lain, kewaspadaan tinggi tetap diusung oleh Prancis karena Senegal sedang berada dalam masa generasi emas, termasuk keberhasilan meraih trofi Piala Afrika 2022 dan 2025 sebelum dicabut oleh CAF.

Deschamps secara terbuka memberikan pujian terhadap kualitas kolektif dan individu dari para pemain tim berjuluk Singa Teranga tersebut.

"On paper, you can see what Senegal did during the last AFCON, and they have players and a team of a very high level," lanjut Deschamps.

Menurutnya, kekuatan utama sang lawan berasal dari kedalaman skuad yang diisi oleh para pemain yang berkarier di klub-klub papan atas Eropa.

"Senegal is one of the best African nations, one of the best teams in the world, so we know what we have to expect in this match."

Lebih lanjut, faktor keunggulan fisik dan kemampuan teknis yang merata di setiap lini menjadi poin utama yang wajib diantisipasi oleh lini pertahanan Prancis.

"They have everything, great players in top clubs, an incredible attacking quality, a good midfield."

Deschamps menilai efektivitas permainan serta intensitas tinggi dari anak asuh Pape Thiaw akan menjadi ujian berat pada laga pembuka nanti.

"They were very effective in the last competition, have a very high athletic intensity, and have a lot of players with high technical skills," sambungnya.

Prancis diprediksi menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan Kylian Mbappe di lini depan, sementara Senegal menerapkan formasi serupa dengan memasang Nicolas Jackson sebagai ujung tombak.

>>> ClipClaps Tembus 50 Juta Unduhan, Tren Aplikasi Penghasil Saldo Dana Makin Populer

Pertandingan perdana Grup I ini akan disiarkan secara langsung melalui stasiun televisi nasional TVRI serta layanan over the top (OTT) Folaplay dan MAXStream TV.