Produk olahan susu di pasaran memiliki beragam bentuk dan karakteristik. Perbedaan metode pemrosesan memengaruhi fungsi masing-masing produk, baik untuk dikonsumsi langsung maupun sebagai campuran bahan pangan.

Susu pasteurisasi dipanaskan pada suhu tertentu untuk menekan mikroorganisme berbahaya tanpa merusak karakter aslinya.

>>> Microsoft Tunjuk Gunawan Susanto sebagai Country General Manager Indonesia

Produk ini harus disimpan pada suhu dingin 2-6 derajat Celsius dan memiliki masa kedaluwarsa pendek.

Susu UHT diproses dengan suhu sangat tinggi dalam durasi singkat sehingga daya simpannya lebih lama.

Menurut BPOM, sterilisasi dan kemasan aseptik membuat susu UHT dapat disimpan di suhu ruang sebelum dibuka.

Susu bubuk dibuat dengan mengurangi kadar air secara signifikan. Karakteristik ini membuatnya lebih praktis dalam penyimpanan dan memiliki ketahanan lebih panjang.

Susu kental manis merupakan produk cairan kental yang dibuat dengan membuang sebagian air dan menambahkan gula. Varian ini memiliki standar kadar lemak susu tertentu yang telah ditetapkan BPOM.

Susu kental manis umumnya digunakan sebagai pelengkap makanan atau minuman, seperti topping roti dan campuran kopi.

Kadar air yang rendah dan tambahan gula membuat produk ini tahan lama dalam wadah tertutup.

Klasifikasi Tingkat Pengolahan Pangan

Perhatian terhadap ultra-processed food (UPF) memicu pembahasan kategori produk susu dalam sistem klasifikasi NOVA. Metode NOVA membagi pangan menjadi empat tingkatan sesuai derajat pemrosesan.

>>> Daftar Harga Emas Perhiasan Semar Nusantara dan Raja Emas Indonesia 16 Juni 2026

Susu pasteurisasi dan susu UHT tanpa komponen tambahan masuk ke dalam kelompok processed food. Kedua jenis ini tetap menjaga elemen dasar susu meskipun telah melewati pemanasan demi keamanan.