Menanggapi tingginya antusiasme, Kepala Stasiun TVRI Bali Ir. I Gede Mustito menegaskan bahwa penayangan gratis di fasilitas umum tetap diperbolehkan untuk kategori non-komersial, namun wajib memberikan dampak ekonomi nyata bagi pedagang kecil di sekitarnya.

"Untuk nobar gratis di fasilitas umum, lapangan, atau Bale Banjar itu boleh dan gratis, asalkan mereka wajib menjamin adanya keterlibatan UMKM lokal di lokasi," jelas Mustito.

Mustito menambahkan bahwa aturan hak siar FIFA yang dipegang TVRI sangat ketat sehingga setiap penyelenggaraan di ruang publik tidak boleh sekadar menyalakan televisi tanpa kontribusi ekonomi.

"Tidak boleh hanya sekadar nonton TV saja tanpa ada dampak ekonomi bagi warga sekitar, misalnya ada pedagang kopi kecil atau jajanan," paparnya.

Respons Daerah dan Sinergi Keamanan

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Artha mengonfirmasi Alun-alun Bangli tetap menggelar nobar secara selektif karena perbedaan zona waktu yang signifikan dengan negara tuan rumah.

"Pasti. Cuma karena pertandingan kebanyakan dini hari dan pagi, tidak semua pertandingan kita gelar nonton bareng.

Kemungkinan nonton barengnya untuk pertandingan semifinal dan final," ujar Sang Nyoman Sedana Artha saat dikonfirmasi.

Sedana Artha, yang memprediksi laga final ideal akan mempertemukan Inggris dan Portugal, secara terbuka menyatakan dukungan penuhnya untuk tim nasional The Three Lions.

"Tiang (saya) dari dulu pegang Inggris. Pendukung Inggris sejati," kata Bupati Bangli dengan optimistis.

Ia kembali menegaskan keyakinannya terhadap tim pilihannya tersebut untuk keluar sebagai juara dalam turnamen format baru 48 negara ini.

"Sekarang Inggris dan Portugal (prediksi lolos ke final). Tiang pegang Inggris (juara)," ungkapnya.

Di kawasan pariwisata NTB, ITDC berkolaborasi dengan TVRI NTB menggelar nobar gratis di Bazaar Mandalika yang melibatkan total 137 pelaku usaha lokal sepanjang fase grup.